Senin Pekan Depan; Pembagian Beras oleh Relawan Peduli Covid-19 Juwana

0
109
Koordinator lapangan (Korlap) penyaluran bantuan beras peduli Covid-19 dari Budha Tzu Chi Kabupaten Pati, Eddy Siswanto.
Korlap relawan Juwana untuk menyalurkan bantuan yang sama, Supar saat menjalani vaksinasi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selesainya persiapan seluruh relawan peduli Covid-19 untuk menyalurkan bantuan beras dari Budha Tzu Chi kepada warga, untuk relawan Juwana menjadwalkan Senin (5/4) pekan depan. Hal itu tentu akan segera disusul relawan lainnya, baik yang di Tayu maupun di Pati.

Untuk seluruh relawan tersebut, papar Korlap Kabupaten Pati, Eddy Siswanto, jumlah seluruhnya sesuai yang sudah menjalani vaksinasi ada 84 orang. Mereka akan membagikan beras masing-maing 10 kilogram kepada penerima langsung atau dari pintu ke pintu rumah warga yang bersangkutan, tapi khusus relawan Juwana mengambil tempat khusus.

Sedangkan tempat di maksud, adalah aula Rumah Sakit (RS) Budi Agung yang kebetulan pemiliknya juga ikut ambil bagian. ”Yang bersangkutan adalah Ibu Lilis dari unsur relawan Katholik, karena yang  lainnya juga dari agama lain,” ujarnya.

Prinsipnya, lanjut Eddy Siswanto, para relawan yang bergerak di Juwana adalah ”Bhineka Tunggal Ika” karena selain dari unsur agama Katholik juga ada Islam. Selebihnya ada juga yang dari unsur Kristen, Budha dan Hindu semua menyatu dalam relawan sosial-kemanusiaan ini.

Apalagi, mereka sehari-hari sudah padat dengan kegiatan masing-masing tapi ternyata masih meluangkan waktunya untuk berbuat yang terkecil, untuk kepentingan bagi sesama. Sebab, bantuan beras yang harus disampaikan kepada warga yang membutuhkan, untuk Juwana sebanyak 5 ton, maka sudah pasti ada 500 orang yang dilayani, karena masing-masing mendapatkan 10 kilogram.

Demikian pula bantuan yang dialolasikan ke Tayu, adalah sebanyak 5 ton juga, dan untuk Pati memang sebanyak 6 ton atau untuk 600 orang. ”Dengan siapnya para relawan termasuk juga dengan pemberian vaksinaksi, maka dalam melaksankan penyaluran bantuan ini tetap juga mengutamakan protokol kesehatan (prokes),” tandas Eddy Siswanto.