Senderan Alur Kali Simo Butuh Perhatian

0
23
Senderan alur Kali Simo yang sekaligus bagian ujung saluran pembawa air dari Bendung Sani, kini dalam kondisi ambrol.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kondisi bagan ujung senderan alur Kali Simo yang juga bagian ujung saluran pembawa air dari Bendung Sani utuk para petani di bagian hilir kini dalam kondisi ambrol. Faktor penyebabnya tak lain, karena posisi lokasinya tepat tak jauh dari hilir jembatan sehingga jika terjadi gelontoran air dari hulu langsungung menghantannya.

Apalagi, jika kondisi luapan air dalam debit cukup tinggi tertama jika di kawasan hulu terjadi hujan deras, maka gelontoran air tentu cukup kuat. Akibatnya, sekuat apa pun senderan tersebut jika hantaman luapan air itu juga kuat dan terjadi setiap saat maka lama kelamaan senderan itu akan ambrol juga, sehingga kondisi ini benar-benar membutuhkan perhatian.

Masalahnya, papar beberapa warga petani di kawasan hilir, M Gono, jika bagian ujung senderan yang ambrol saat ini tidak segera ada perbaikan, maka risikonya bisa merambat ke bagian lain. ”Yakni, baik gelontran air dari hulu akan menggerus tanggul juga bagian ujung saluran pembawa,” ujarnya.

Diminta tanggapan berkait hal tesebut, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno menegaskan bahwa untuk alur Kali Simo, kewenangan sepenuhnya ada pada Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Selunayang berkantor pusat di Kudus. Selain itu, kewenangan selebihnya termasuk Waduk Gembong maupun Gunungrowo, adalah Kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana.

Dengan demikian, pihaknya tidak mempunyai wewenang tentang hal itu, dan kondisi tersebut sudah dilaporkan pihaknya ke pihak yang berkompeten, hendaknya biar bisa segera diperaiki. Dikhawatirkan jika sampai di kawasan hulu terjadi hujan deras dan gelontoran airnya cukup besar menghantam senderen tersebut.

Jika sampai terjadi kerusakan bertambah parah, maka yang mengalami kerugian adalah para petani di Pati. ”Sebab, mereka yang membutuhkan air di kawasan hilir suplainya memang dari alur Kali Simo, seperti para petani di Sarirejo, Geritan, Dengkek, Sugiharjo maupun di Widorokandang,” imbuhnya.