Ranting NU Desa Godo Distribusikan 1840 Paket Berbuka Bagi Yatim dan Dhuafa

0
19
Saat pendistribusian 1840 Paket Berbuka Bagi Yatim dan Dhuafa yang diselenggarakan oleh Ranting NU Desa Godo.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Ranting NU Desa Godo Kecamatan Winong beserta dengan badan otonom (Banom) kembali menyelenggarakan gerakan ‘Ramadhan Berbagi Jilid II’. Kegiatan ini merupakan bentuk manifes kepedulian sosial, lebih-lebih bagi mereka yang terdampak pandemi covid-19.

Ketua Ranting NU Godo Ustadz Arys Khoerul Ashadi mengatakan dengan bentuk kepedulian terhadap sesama saudara kemanusiaan.

“juga ini mmomentum berbagi kebahagiaan kepada anak yatim dan dhuafa se-Desa Godo di bulan Ramadhan yang penuh berkah,” katanya, Sabtu (17/4/2021).

Dalam segi pengumpulan teknis, pihaknya dibantu oleh lembaga Amil Zakat Sedekah Nahdhatul Ulama (Lazisnu) Desa Godo. Ia menjelaskan ranting NU Godo menunjuk Lembaga Lazisnu Godo sebagai pelaksana acara.

Ranting NU Godo berhasil mengumpulkan sebanyak 1840 paket berbuka. Sejumlah itu akan disalurkan secara bertahap dan bakal dijadwalkan secara rutin.

Dari sejumlah paket tersebut, lanjutnya pengurus ranting NU Godo bekerja sama dengan Banom NU seperti Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, GP Ansor dalam hal pendistribuan paket buka puasa ke yatim dan dhuafa. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan sekirannya dilakukan hanya di satu tempat. Untuk tahap pertama 230 paket buka puasa sukses di distribusikan pada Kamis, 15 april 2021.

“dan selanjutnya paket akan di distribusikan setiap hari senin dan kamis yang berjumlah total 1840 paket berbuka puasa,” tambahnya.

Pihaknya mengaku acara pendistribusian berjalan secara tertib dan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Karena adanya sinergitas pengurus ranting dengan Banom, Pemerintah Desa Godo dalam penyediaan data yatim dan dhuafa serta seluruh warga Desa Godo.

Taufiq Ismail selaku Ketua Lazisnu Godo menambahkan lembaganya berhasil mengumpulkan donasi 1.840 paket buka puasa. Dimana nantinya paket itu akan disalurkan sebanyak 8 kali selama bulan Ramadhan.

“Ini sungguh luar biasa ketika pandemi belum selesai, perekonomian nasional lagi terpukul tapi tidak menyurutkan antusias warga untuk semangat membantu sesama. Prinsip Ta’awun benar-benar dipraktikan di lingkungan masyarakat Desa Godo,” ucap dia.