Orang Tua Siswa Dukung Pembelajaran Tatap Muka

0
24
Arista, wali siswa SMA Negeri 1 Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Warga Runting Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Arista mengaku senang dengan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meskipun sekarang ini masih dalam tahap uji coba pembelajaran di dalam kelas.

Pihaknya menilai, siswa belajar di sekolah lebih bisa terkontrol dibandingkan dengan belajar dari rumah. Sebab, meskipun anak adalah tanggung jawabnya orang tua namun karena pekerjaan hal itu tidak berjalan maksimal.

“Lebih baik sekolah, meskipun hanya setengah hari. Kalau di rumah susah diatur, apalagi orang tua bekerja kan ya, ngontrol anak yang susah,” ujar Arista wali siswa SMA Negeri 1 Pati kepada Samin News, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, orang tua mengawasi anak tetap bisa dilakukan. Akan tetapi hanya separuh waktu di malam hari. Oleh karena itu, ketika siang pihaknya pesimis bahwa siswa akan belajar semestinya. Lantaran, tidak bisa mendampingi setiap waktu.

Selain kurangnya belajar, anak justru akan punya kesibukan lain yang jadi tugasnya. Sebagai contoh, gawai yang seharusnya digunakan untuk belajar daring. Namun fungsi tersebut lebih luas, yakni untuk instrumen hiburan atau maen game online.

Bahkan, ada juga anak perempuan yang semula tidak ngerti make up. Sekarang, dengan banyak aktivitas di rumah justru sering belanja online, bermain tik tok. Ini adalah perhatian tersendiri pelaksanaan jarak jauh.

“Kalau di rumah belajarnya kurang, anak justru malah maen hp, maen laptop tidak untuk belajar. Pembelajaran secara tatap muka terus gak papa, meski masuknya hanya setengah hari,” tambah dia.

Arista tidak mempersoalkan adanya wabah pandemi Covid-19 sekarang ini. Sebagaimana hal tersebut telah diwanti-wanti dengan penerapan protokol kesehatan. Ia mencontohkan dengan memakai masker, hand sanitizer, face shield bisa diantisipasi.

“Kalau mikir pandemi, ini sudah setahun pandemi, jadi adik saya belum pernah sekolah sama sekali semenjak lulus smp ke sma negeri 1 Pati ini,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan ibu Suharti, putrinya adalah kelas 1 Mipa 5 SMA N 1 Pati bahwa anaknya selama ini tidak pernah sekolah. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak efektif bagi penyampaian materi pelajaran.

“Kalau anak tidak paham yang diterangkan guru, maka siswa bisa langsung bertanya. Nah, kalau di rumah belajar daring tidak bisa seperti itu. Meskipun bisa, kurang efektif,” kata Suharti.

Sebagai informasi, pemerintah Kabupaten Pati melaksanakan uji coba PTM dimulai dari tanggal 5 s/d 16 April. Artinya, hari ini adalah hari kedua pelaksanaan belajar di lingkungan sekolah.