Kecenderungan Perilaku Merusak Terjadi di Sisi Barat JLS Pati

0
19
Saluran pembuang yang menjadi bagian dari ryas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati juga dibuat senduri, tapi justru mempersempit saluran pembuang tersebut.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kecenderungan berperilaku merusak hal itu tentu bisa terjadI di mana-mana, terutama merusak fasilitas umum yang dibangun/disediakan oleh pemerintah. Masih beruntung jika yang terjadi fasilitas tersebut hanya sekadar untuk corat-coret kelompok vandalisme, meskipun hal itu juga tidak demikian seharusnya.

Di Pati sendiri, misalnya, dari pemantauan yang dilakukan ”Samin News” di kawasan sisi barat Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, tepatnya mulai dari Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo. Diantaranya, yaitu rusaknya bahu jalan sebagai dampak dari dimanfaatkannya lokasi itu kendaraan bermuatan berat dari barat yang parkir di sisi utara.

Sudah mengetahui kondisi tersebut demikian, tapi personel yang tiap hari baik pagi, siang, dan malam menjaga kendaraan bermuatan berat untuk dipungut jasa uang parkirnya, ternyata justru terus mengulang-ulang. Maksudnya, sudah tahu kondisi bahu jalan rusak juga terus ditempatkan truk yang parkir, di lokasi tersebut.

Inilah salah satu lokasi saluran yang dibuat hanya asal-asalan oleh warga yang hendak mendirikan warung makan.

Akibatnya, selain bahu jalan hancur, pathok pembatas jalan atau ”tholo-tholo” juga roboh berantakan tapi tak ada upaya sedikitpun untuk memasangnya kembali. Padahal, tanpa adanya pathok pembatas, pernah terjadi truk yang hendak parkir pun terperosok sampai merusak saluran, sehingga akhirnya yang terakhir saluran di sepanjang ruas JLS ini pun banyak yang ”diobrak-abrik” sesuai selera orang yang hendak memanfaatkan lahan di sisi kiri maupun kanannya.

Selain rusaknya bahu jalan dan tertutupnya saluran karena ada yang sengaja membuat tempat usaha di atasnya, tapi ada pula yang membuat saluran sendiri tapi hanya sekedarnya atau acak-acakan. Salah satu contoh, adalah usaha seorang warga yang saat ini hendak membuka warung makan di sisi utara JLS, untuk memberi kesempatan beristirahat bagi pengguna jalan yang datang dari barat.

Sebagaimana dituturkan oleh, Kusnin, warga Desa Sokokulon, saat ini dia membantu adik iparnya memang hendak membuat warung makan, di mana lahan untuk itu sudah disiapkan. ”Untuk itu, saluran tetap kami pasang sehingga bila ada air tetap bisa mengalir,” tandasnya. (