Kesiapsiagaan Terpadu Sambut Kepulangan Kapal Penangkap Ikan Juwana

0
107
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Bendar, Kecamatan Juwana yang juga anggta DPRD Pati, H Jamari (atas) dan spanduk berisi peringatan ”Awas” Kebakaran Kapal yang dipasang di pinggir alur Kali Juwana (bawah).(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Salah seorang tokoh masyarakat di Desa Nelayan, Bendar, Kecamatan Juwana, H Jamari merespons upaya tim terpadu dalam menyambut kepulangan kapal penangkap ikan Juwana. Saat ini sudah 40 persen atau sekitar 300 buah kapal tersebut masuk dan tambat di sepanjang alur Kali Juwana.

Sedangkan lainnya masih dalam perjalanan dari wilayah Indonesia Timur, dan puncaknya kapal penangkap ikan itu akan datang pada H-7 Lebaran. Akan tetapi, tim terpadu baik dari jajaran TNI/Koramil, Polri/Polsek, TPI, Satpolair, Kamla, PSDKP, P3 dan Syahbandar semua sudah melakukan kesiapan, utamanya mencegah terjadinya kebakaran kapal.

Karena itu, papar yang bersangkutan, langkah awal yang dilakukan oleh tim terpadu tersebut sudah tepat, karena selain patroli di sepanjang alur kali juga memasang spanduk peringatan, di tempat-tempat yang mudah dilihat dan dibaca oleh siapa saja. ”Di antaramnya, tentu di kawasan sekitar Pulau Seprapat,”ujarnya.

Deretan kapal penangkap ikan yang tambat di sepanjang alur Kali Juwana.(Foto:SN/aed)

Dengan membagi pengumuman atau peringatan tersebut, utamanya adalah penjaga maupun siapa saja yang hendak melaksanakan pekerjaan di kapal, lanjutnya, hendaknya ekstra hati-hati. Lebih-lebih pekerjaan yang akan dilakukan adalah pengelasan, karena pekerjaan tersebut menimbulkan terjadinya percikan api.

Sedangkan standar ketentuan untuk pekerjaan itu sudah ada, yaitu di tempat yang sekiranya menjadi titik percikan bunga api harus dipasang lembaran karung goni. Karung tersebut sebelum digelar, terlebih dahulu harus dibasahi dengan air, agar percikan bunga api begitu jatuh langsung padam.

Akan tetapi, dalam melakukan persiapan pekerjaan itu, barang-barang yang mudah terbakar terlebih dahulu harus dijauhkan. Akan lebih baik lagi, jika melakukan pekerjaan pengelasan kapal dibawa menjauh dari dereten kapal lainnya yang tambat, sehingga bila terjadi musibah kebarakan tidak merambat ke kapal lainnya.

Untuk saat ini lokasi paling tepat untuk keperluan itu, adalah di sisi utara Pulau Seprapat, atau di lokasi proyek kolam tambat kapal yang sekarang belum lagi dilanjutkan. ”Akan tetapi di tempat itu harus dipasang papan pengumuman, agar tidak digunakan tambat kapal yang baru datang,”tandasnya.