Pembagian Makanan Pembatal Puasa dengan Sate Ayam

0
171
Pembagian makanan pembatal puasa saat berbuka dengan sate ayam, nasi dan air mineral, oleh Kelompok Gusdurian yang berlangsung di depan Kelenteng Hok Tik Bio Pati. (Alman Eko Darmo/Samin News)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Setiap puasa Ramadan dan sebelum datangnya pandemi Covid-19, Kelompok Gusdurian Pati yang dimotri Eddy Siswanto dan Kiai Happy Irianto, selalu membagi ribuan makanan pembatal puasa, saat menghadapi waktu berbuka. Akan tetapi, di masa pandemi yang sudah berlangsung dua kali masa puasa Ramadan , hal tersebut dilakukan pembatasan.

Maksudnya, pembagian makanan dan minuman tersebut pembatal puasa itu tidak lagi dilakukan di pinggir jalan,yaitu biasanya di Perempatan Lampu Merah, di Jalan Pemuda atau juga di Perematam Jago. Untuk pembagiannya justru sampai memacetan arus lalu lintas, karena banyaknya pengguna jalan yang melintas.

Bungkus kemasan nasi dengan sate ayam dan air mineral yang siap dibagikan Kelompok Gusdurian untuk berbuka puasa. (Alman Eko Darmo/Samin News)

Semula, papar Eddy Siswanto, pihaknya bersama Kelompok Gusdurian Pati, TNI dan Polri juga sudah menjadwalkan membuka Warung Ramadan Gratis. ”Akan tetapi, kami harus membatasi diri dengan pemberlakuian pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya harus membatalkan jadwal buka warung tersebut, Minggu (25/4) besok dan menggantinya dengan hantaran yang akan dilakukan oleh para relawan. Selain itu, hari ini pihaknya muncul gagasan untuk membagikan makanan pembatal berupa nasi dengan lauk sate ayam dan air mineral.

Hal tersebut dilaksanakan  saat menjelang berbuka puasa tadi, sudah dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kelenteng Hok Tik Bio Pati. Mengingat gagasan tersebut baru muncul, maka jumlahnya pun sangat terbatas, yaitu sebanyak 300 bungkus nasi.

Dengan demikian, lauknya tentu 300 bungkus sate ayam, masing-masing bungkus berisi lima tusuk ditambah air mineral. ”Karena itu dalam waktu sekejap, makanan tersebut pun habis tidak sampai terjadi kerumunan karena yang menerima adalah pengguna jalan yang melintas,” imbuhnya.