Tinggal Satu Pasar Daerah yang Belum Melaksanakan Pelatihan Petugas Pemadam Api

0
26
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperind) Kabupaten Pat, Ishroni memberikan pengarahan kepada persoleh petugas pemadam api di Pasar Daerah (PD) Trangkil.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tinggal satu dari delapan pasar daerah (PD) di Pati yang difasilitasi kelengkapan pemadam kebakaran belum melatih para personel petugas pemadam api, karena masih menuggu giliran. Akan tetapi hal tersebut bisa dilaksanakan dalam pekan ini, atau minimal Sabtu (6/3) besok, sehingga semua personel sudah selesai mengikuti pelatihan, dan benar-benar siap diterjunkan ke lokasi bila sampai terjadi kondisi darurat di salah satu pasar.

Akan tetapi, papar salah seorang penanggung jawab pasar pada Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Widyo, kendati disediakn fasilitas pemadam awal jika pasar mengalami kebakaran, hal itu bukan berarti pihaknya mengharap terjadi peristiwa tersebut. Hal itu adalah sebagai persiapan maksimal, mengingat musibah kebakaran ini bisa terjadi setiap saat, sehingga upaya mencegah semaksimal mungkin harus dilakukan.

Dengan kata lain, fasilitas pemadam api yang tersediakan di delapan lokasi pasar daerah ini, adalah upaya awal mencegah berkobarnya api bila terjadi kebakaran. ”Sebab, tugas berikutnya tentu akan ditindaklanjuti oleh regu pemadam kebakaran, tapi prinsipnya sebelum regu pemadam kebakaran tiba di lokasi kobaran api bisa lebih cepat dipadamkan,” tandasnya.

Suasana saat pelatihan pemadaman api berlangsung.

Karena itu, lanjut dia, fasilitas pemadam yang disediakan di pasar daerah, seperti di Pasar Puri Pati, Pasar Sleko I dan II, Pasar Kayen, Pasar Winong I, Pasar Juwana, Pasar Trangkil, dan Pasar Tayu, benar-benar berfungsi sebagai pencegahan awal. Sedangkan dari sejumlah pasar daerah itu yang personel petugasnya belum melakukan pelatihan, adalah Pasar Tayu.

Berkait dengan kelengkapan fasilitas pemadaman api di pasar-pasar itu, adalah yang utama berupa penyediaan sumur pompa yang airnya ditampung di bak penampung yang ditempatkan pada ketinggian tertentu. Selain itu juga dilengkapi dengan generator jika listrik untuk pompa genarator penyedot air itu padam, sehingga pompa bisa digerakkan dengan generator.

Pada tahapan ini, bak penampung air yang isinya sudah habis tidak perlu diisi lagi karena petugas bisa langsung memasang slang sepanjang 250 meter langsung ke hidran. ”Dari pelaksanaan pemasangan slang ke hidran, dan menariknya hingga ke lokasi kobaran api, rata-rata hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit ,” imbuhnya.