Refocusing Anggaran Satpol PP Tahun 2020 Capai Satu Miliar Lebih

0
22
Kegiatan pendisiplinan masyarakat dalam operasi yustisi oleh Satpol PP.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Penutupan buku tahun 2020 oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sampai dengan akhir tahun tercatat hingga satu miliar lebih. Anggaran tersebut terkena kebijakan pemerintah Kabupaten Pati, yakni melalui refocusing anggaran penanganan pandemi Covid-19.

Kepala Satpol PP Hadi Santosa menyebutkan refocusing anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Pati terhadap instansinya masuk dalam Belanja Tidak Terduga (BTT). Satpol PP bertugas dalam menjaga ketertiban masyarakat, pun dengan sosialisasi protokol kesehatan.

“Satpol PP mendapat 1.750.166.000 rupiah. Itu kita gunakan untuk pengamanan selama masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Pati, ujar Hadi di kantornya kepada Samin News, Rabu (10/3/2021).

Kegiatan pendisiplinan masyarakat dalam operasi yustisi oleh Satpol PP.

Pembiayaan tersebut nilainya cukup besar, yang sebagian besar fungsinya untuk ketertiban. Termasuk pembiayaan kegiatan patroli atau operasi yustisi selama di masa pandemi.

Hadi menjelaskan, refocusing anggaran Pemkab Pati yang dikembalikan kembali kepada masing-masing OPD dalam bentuk BTT. Adapun anggaran pembiayaan itu dimulai pada pertengahan tahun 2020.

“Sejak pertengahan tahun 2020 s/d akhir Desember. Itu digunakan untuk membiayai pos-pos di pasar, kegiatan patroli gabungan, posko bersama masing-masing instansi (Satpol PP, TNI-Polri, Linmas, Brimob, Dishub, BPBD, Kompi Alugoro),” ucap Hadi.

Selain pembiayaan pos-pos itu, kata dia anggaran juga diunakan untuk dua pos (selain pos pasar), yaitu pos di Tompe Gunung dan Pos Alun-alun Juwana. Pasalnya, pada waktu itu, lantaran Objek Tompe mendadak viral yang akhirnya mengundang pengunjung.

Oleh sebab itu, di Tompe dibangun pos pengawasan. Terlebih, masih dalam pandemi yang diharuskan menaati protokoler kesehatan. Hal ini untuk mengantisipasi misalnya menjaga jarak, tidak berkerumun dan lainnya.

“Anggaran juga untuk pembiayaan konsumsi kegiatan pegawai, pengadaan blangko juga pengadaan megaphone,” tutupnya.