PSDA Seluna Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Jaringan Irigasi

0
111
Bendung Widodaren di Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Balai Pengelolaan Sunber Daya Air (PSDA) Serang Lusi Juwana (Seluna), Senin (15/3) lalu melakukan sosialisasi berkait Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Jaringan Irigasi dan Air Baku. Masing-masing dari Daerah Irigasi (DI) Sentul dan DI Widodaren serta Embung Sembaturagung.

Salah seorang peserta sosialisasi yang berlangsung di Balai Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, adalah GP3A Bendung Widodaren, Zamahsari. Untuk Bendung Widodaren berlokasi di wilayah Kecamaten Jaken dan Kecamatan Batangan . Tepatnya terletak di Sungai Wudidaren, di Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken yang mampu mengairi sawah seluas 2.617 hektare.

Masing-masing Desa Sumberejo, Tegalarum, Sokorukun, Sumberarum, Tamansari, Lundo, Kobonturi, dan Desa Plosojenar. Khusus yang disebut terakhir masuk Kecamatan Batangan, juga Desa Kunuran, Ngening, Raci, Tompomulyo, Bulumulyo, Gunungsari, Batursari, dan Desa Kedalon.

Kegiatan pemeliharaan dalam rangka mempertahankan kondisi jaringan irugasi yang dilaksanakan secara terus menerus, tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. ”Untuk kegiatan pemeliharaan rutin meliputi bersifat perawatan dan bersifat perbaikan ringan,” ujarnya.

Bendung Widodaren di Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken.

Karena itu, lanjutnya, dalam Tahun Anggaran 2021 DI Widodaren telah dianggarkan pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi pada saluran skunder Trowolu pada bangunan bagi sadap me Bwka.6 – Bangunan sadap BTw2, dan untuk uraian pekerjaannya adalah (1) pekerjaan perbaikan pasangan senderan panjang 112.50 m’, dan (2) pekerjaan normalisasi saluran panjang 2697 m’.

Untuk permasalahan Bendung Widodaren, yaitu (1) kekurangan  air pada saat pertengahan MT-2 menjadi kendala yang permanen karena debit dari bendung tidak mencukupi untuk seluruh areal layanan. (2) ”Anggaran OP yang tersedia tidak siginifikan dengan jumlah kebutuhan pemeliharaan di lapangan,” tandasnya.

Daerah Irigasi (DI) Sentul.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan permasalahan DI atau Bendung Sentul yang berlokasi di Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi dan Kecamatan Jakenan, mampu mengairi sawah seluas 1.536 hekatare. Yakni, meliputi Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi , dan Desa Jatusari, Sudomulyo, Tanjungsari, Dukuhmulyo, Bringin, Puluhan Tengah, Sembaturagung, Karangrejo Lor serta Desa Mantingan Tengah, Kecamatan Jakenan.

Tahun Anggaran (TA) 2021 DI Sentul juga sudah dianggarkan untuk pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi pada saluran skunder Bringin pada ruas BBr.2-Bangunan BBr4. Untuk uraian pekerjaannya, adalah perbaikan pasangan senederan panjang 95.00 m’ dan pekerjaan normalisasi panjang 964 m’, dan permasalahannya tak beda jauh dengan Bendung Widodaren.

Embung Sembaturagung.

Untuk menjaga ketahanan pangan nasional diperlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Keberadaan embung merupakan salah satu faktor sumber ketersediaan air untuk irigasi, untuk menampung air saat musim penghujan dan saat musim kemarau dapat dimanfaatkan untuk pertanian, maka pada Tahun 2018 dibangunlah Embung Sembaturagung di Desa Sembaturagung, Kecamatan Jakenan.

Embung Sembaturagung mempunyai fungsi (1) menampung air pada saat musim penghujan . (2) ”Memenuhi kebutuhan air baku untuk warga, dan (3) untuk menyuplai areal irigasi DI Sentul bagian hilir,” imbuhnya.