Pascabanjir Pengobatan Gratis di Kelenteg Tjong Hok Bio Juwana

0
157
Persiapan bakti sosial pengobatan gratis di Kelenteng Tjong Hok Bio, Tluwah Juwana, Minggu (7/3) kemarin Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Safaat SIk disambut Pemilik Rumah Sakit (RS) Budi Agung, Lilis Anggraeni dan Koordinator Gusdurian Pati, Eddy Siswanto.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pascabanjir rutin di Pati, masih ada dermawan dan relawan yang menaruh perhatian kepada warga yang terdampak bencana tersebut, dengan melaksanakan bakti sosial pengobatan gratis di Kelenteng, Tjong Hok Bio Tluwah, Juwana. Di antaranya, dari Kelompok Gusdurian Pati dan Rumah Sakit (RS) Budi Agung Juwana bekerjasama dengan Polres serta Kodim 0718 Pati.

Sasarannya tentu warga di beberapa desa terdampak di sekitar kelenteng tersebut, baik Desa Tluwah, Kedungpancing, Karangrejo maupun Desa Jepuro. Karena itu puluhan warga pun silih berganti, untuk diperiksa kondisi kesehatannya oleh dua orang dokter dan sejumlah tenaga kesehatan lainnya dari Rumah Sakit (RS) Budi Agung Juwana.

Dalam kesempatan ini, papar Koordinator Gusdurian Pati, Eddy Siswanto, pihaknya juga menggandeng Polres dan Kodim 0718 Pati sehingga dalam kesempatan ini ikut ambil bagian adalah kelompok HIPAKAD serta jajaran Polsek dan Koramil Juwana. ”Untuk itu kami dari Gusdurian sebagai koordinator dalam kegiatan ini mengucapkan terimakasih,”ujarnya.

Layanan kesehatan kepada masyarakat yang diberikan oleh personel dokter maupun petugas kesehatan lainnya dari Rumah Sakit (RS) Budi Agung dalam bakti sosial pengobatan gratis, di Keleteng Tjong Hok Bio Tluwah Juwana, Minggu (7/3) kemarin.(Foto:SN/aed)

Apalagi, lanjutnya, dalam kesempatan tersebut tak ketinggalan adalah ikut sertanya Polres dan Kodim 0718 Pati yang selama banjir berlangsung terus aktif di lapangan, baik untuk mengirim bantuan maupun mengecek kondisi lokasi. Sehingga pihaknya ketika itu juga ikut mengirim bantuan makanan ke kepada warga yang terdampak langsung banjir tersebut.

Dengan demikian, kegiatan bakti sosial pascabanjir saat ini masyarakat yang terdampak masih membutuhkan, yaitu pengobatan. Dari data pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan petugas kesehatan, banyak di antara mereka yang menderita gangguan batuk dan pilek, gatal-gatal, rematik, dan tekanan darah tinggi.

Koordinator Gusdurian Pati Eddy Siswanto bersama Kapolres AKBP Arie Prasetya Safaat SIk juga ikut menunggui pelayanan pemberian obat kepada warga yang sudah diperiksa kesehatannya.(Foto:SN/aed)

Karena itu, jika ada pihak lain yang masih hendak turun ke lokasi pascabanjir ini yang masih perlu dilakukan berkait dengan masalah kesehatan warga, yaitu melakukan fogging atau penyemprotan di lingkungan maupun di rumah warga. Sebab, ancaman yang biasanya terjadi dalam kondisi seperti ini adalah demam berdarah dengue (DBD).

Untuk keperluan tersebut, pihak relawan maupun dermawan bisa menjalin kerja sama dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati. ”Karena itu, bantuan kepada warga yang terdampak jangan hanya semata-mata berupa bantuan bahan makanan, tapi masalah kesehatan juga harus menjadi perhatian,”tandasnya.