Membangun Masjid (9)

0
99
Bangunan joglo, di tempat inilah Al-Maghfurlah KH Syamsul Hadi dimakamkan.

SEBAGAIMANA dipaparkan di muka bahwa awal mula Mbah Syamsul Hadi hanya membuat langgar di Tahun 1911,  dipakai untuk jumatan. Karena perkembangan santri, maka Tahun 1922 dibangunah masjid di atas tanah langgar tersebut, dan selesai Tahun 1923.

Sementara itu pembanguan masjid dilanjutkan dan disempurnakan hingga tahun 1939 , dan mimbar masjid baru dapat diselesaikan. Sedangkan yang kita lihat sekarang ini sudah mengalami perubahan berkali-kali terutama penempatan mimbar, katrena selang beberapa tahun berikutnya, tepat tanggal 13 September 1953 empat saka guru diganti dan disempurnakan.

Sedangkan untuk pendapa masjid dibangun mulai tanggal 14 Maret 1956, dan selesai akhir Tahun 1957. Untuk pyan masjid dalam (lantai atas) beserta tangga kayu menuju pyan tersebut.

Perkembangan selanjutnya terjadi Tahun 1982 dengan pergantian tegel baru dan dinding tembok yang semula dari kayu. Penggantian kayu ini  selain sudah tua banyak yang keropos juga berlubang, karena pada perang kemerdekaan kedua Tahun 1949, masjid ini sempat diberondong senapan oleh antek-antek Belanda, sehingga dua tentara kita gugur.

Mereka adalah Imam dan Sujono yang dimakamkan di kuburan umum, tapi Tahun 1951 dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Pati. Untuk pembangnan masjid kali ini mendapat bantuan dari Departemen Agama (sekarang Kementrian Agama) sebesar Rp 1.500.000, sekaligus merenovasi gondok/serambi masjid.

Tahun 2000 dilanjutkan lagi renovasi besar-besaran dengan merombak semua bangunan masjid, kemudian didirikan masjid baru di tempat semula dengan ukuran yang lebih besar. Dengan biaya swadaya masyarakat serta dari kerabat Mbah Syamsul Hadi, maka bangunan  masjid tersebut dapat kita saksikan hingga sekarang. (bersambung)