Kondisi Terakhir di Lokasi Terdampak Banjir; Petani Banyak Menderita Kerugian Material

0
41
Inilah kondisi petani di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan yang harus mengais sisa-sia bulir padi yang terendam banjir beberapa waktu lalu.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pati, selesai melaporkan kondisi para petani terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu, utamanya adalah tanaman padi yang terkena dan terendam banjir sehingga mengalami puso atau gagal panen. Sedangkan dampak genangan banjir di 9 wilayah kecamatan, di antaranya menyebakan tanaman padi puso para petani luas komulatif mencapai 5.196 hektare.

Sedangkan yang terkena, papar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Muhtar, luas seluruhnya mencapai 7.533 hektare. Untuk rinciannya, masing-masing di Kecamatan Juwana meliputi Desa Margomulyo padi terkena 106 hektare dan padi puso 92 hetare, serta di Desa Mintomulyo padi terkena 26 hektre, tapi padi puso nihil.

Untuk Kecamatan Jakenan  dengan 11 desa yang terdampak banjir luas tanaman padi terkena air seluas 1.196 hektare dan yang mengalami puso 1.109 hektare. ”Satu di antara sekian desa yang terdampak banjir dan sampai saat ini para petani masih mengambil bulir-bulir padi sisa terendam adalah para petani di Desa Karangrowo,” ujarnya.

Ruas jalan poros Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan dengan kostruksi rigid beton dimanfaatkan para petani untuk menjemur sisa-sisa bulir padi dikais dari areal sawah yang tergenang banjir.

Berikutnya, lanjut Muhtar, adalah wilayah Kecamatan Pati, di mana banjir juga menggenangi areal tanaman petani di sebelas desa, hal itu menyebabkan tanaman padi terkena seluas 996 hektare, dan padi puso 700 hektare. Selain itu di Kecamatan Gabus, banjir juga menggenangi tanaman padi petani 13 desa, menyebabkan 1.210 hektare tanaman padi terkena, dan 1.109 hektare mengalami puso.

Selain itu Kecamatan Sukolilo, di mana padi petani di tujuh desa yang terkena banjir seluas 2.179 hektare dan padi puso 886 hektare. Selebihnya di Kecamatan Kayen, tanaman padi petani yang terkena air tersebar di lima desa seluas 848 hektare dan puso 617 hektare, dan di Kecamatan Margorejo di lima desa dengan padi terkena 500 hektare, serta puso 475 hektare.

Sementara itu banjir di Kecamatan Tayu terdampak di lima desa dengan padi petani tergenang seluas 85 hektare, dan yang puso nihil. ”Untuk Kecamatan Dukuseti banjir terdampak di sembilan dari 11 desa di kecamatan tersebut dengan tanaman padi tergenang 387 hektare dan puso 208 hektare,” imbuh Muhtar.