Billiard Buka Melebihi Jam PPKM Dihentikan

0
100
Permainan billiard yang buka melebihi batas jam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dihentikan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jangan mengira bahwa yang menjadi sasaran dalam operasi cipta kondisi di wilayah hukum Polsek Sukolilo saat ini hanyalah para penjual minuman keras (miras), karena menjelang berlangsungnya pemilihan kepala desa serentak, Sabtu (10/4) mendatang.  Karena bulan depan juga sudah memasuki Bulan Suci Ramadan, maka saat ini semua bentuk penyakit masyarakat (pekat) juga menjadi sasaran.

Karena itu permainan billiard, papar Kapolsek Sukolilo, Iptu Sahlan SH MM, jika jam bukanya melebihi ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang lagi, mulai 23 Maret s/d 5 April mendatang. Sebab, sampai saat ini masa pandemi Covid-19 juga belum juga berakhir, sehingga kepatutah warga terhadap PPKM tentu tak bisa ditawar.

Apalagi, permainan billiard sebagaimana yang berlangsung di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo ini pada malam hari, tentu sangat mengganggu kondisi lingkungan, karena sudah lebih dari pukul 21.00 belum juga berhenti. ”Dengan demikian, kami tetap harus mengambil sikap tegas menghentikan permainan tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, pada Senin (22/3) malam (tadi malam) itu pihaknya juga mendapati anak-anak di bawah umur, atau taruhlah rata-rata baru duduk di bangku SMP yang bergerombol sampai malam. Lebih lagi yang di luar nalar, di tengah tengah mereka ini terdapat kemasan susu putih dalam kantong plastik, tapi susu tersebut sudah dicampur dengan arak putih.

Mengetahui hal tersebut, kami pun membawa mereka ke markas, memanggil orang tua dan kepala desa di mana anak-anak itu bertempat tinggal. Mengingat mereka ini masih di bawah umur, maka awak media sengaja tidak diberikan secara detail, tapi tindakan tegas dalam hal ini hendaknya menjadi pelajaran bagi para orang tua, agar jangan mudah membiarkan anak lelakinya keluar rumah di malam hari.

Dengan demikian, pihaknya saat ini harus mulai melakukan persiapan dan antisipasi, bahwa pada saat Puasa Ramadan nanti tidak akan memberikan toleransi berlangsungnya tong-tek oleh oleh anak-anak maupun para remaja. ”Kendati alasan membangunkan warga yang hendak makan sahur, tapi selama menunggu jam itu apa yang mereka lakukan harus benar-benar diwaspadai,” ujarnya.