Sang Pesaing Siap Hadir Memenuhi Kebutuhan Transportasi di Jalur Pantura Timur Jawa Tengah

0
173
Bus-bus Antarakota Antarprovinsi yang selama ini melayani trayek Semarang-Surabaya, bertahun-tahun tanpa hadirnya alat transportasi lain sebagai pesaing.(foto:SN/aed)
Bus-bus Antarakota Antarprovinsi yang selama ini melayani trayek Semarang-Surabaya, bertahun-tahun tanpa hadirnya alat transportasi lain sebagai pesaing.(foto:SN/aed)

MENGINGAT Demak, Kudus, Pati, dan Rembang adalah bagian kabupaten di belahan provinsi bagian timur Jawa Tengah, maka sudah pasti dalam menyikapi rencana pemerintah akan kembali menghidupkan jalur transportasi  kereta api tentu berbeda antara satu dan lainnya. Akan tetapi Kabupaten Pati yang  termasuk kawasan strategis bagian dari provinsi ini, untuk masterplan percepatan dan perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, bisa dipastikan daerah ini akan menyesuaikan perkembangan tersebut, dan hal itu akan dilakukan pula oleh kabupaten lain di wilayah pantura timur Jawa Tengah ini. Apalagi, nanti yang diwujudkan adalah jaringan transportasi perkeretaapian yang pernah ada, tapi bertahun-tahun tenggelam dan kalah dari alat transportasi lainnya.

Sebut saja, angkutan penumpang jenis bus yang kini masih belum menghadapi pesaing di jalanan adalah bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) yang merajai jalanan antara Surabaya-Semarang. Apalagi, jumlah bus-bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) bukan lagi menjadi pesaing, karena sudah jarang kelihatan berkejar-kejaran di jalan raya, seperti dari Semarang ke Kudus, Kudus ke Pati, Pati ke Rembang.

Karena itu, jika nanti alat transportasi kereta api ini benar-benar hadir di kawasan pantura timur Jawa Tengah  ini, maka Raja Jalanan bus AKAP akan bertemu pasaing lama, sama-sama di jalan raya. Hanya saja bedanya, jika bus-bus tersebut bisa bebas bergerak di jalan raya, termasuk ikut menjadi bagian dari percepatan kerusakan jalan raya, tapi untuk kereta api tentu sudah diatur perjalanannya.

Apalagi, jika jadwal perjalananan tersebut benar-benar ditepati dan tidak jam karet, maka sudah pasti calon penumpang lebih senang memelihnya. Lebih-lebih jika produk-produk layanannya juga memberikan kenyamanan, sehingga tidak seperti sepur yang melintas di pantura timur Jawa Tengah waktu itu, di mana antara kereta barang  juga mengangkut penumpang.

Jika hendak megubah stigma tersebut, maka produk layanan untuk kereta pengangkut barang tersedia tersendiri. Demikian pula untu kereta penumpang, harus bisa melayani alon penumpang Semarang – Surabaya sampai di Stasiun Pasar Turi maupun Stasiun Gubeng Kertajaya Surabaya, serta ditambah kereta api untuk kepentingan wisata.

Hal iti bisa berupa sepur-sepur kuno (jika masih) ada, bisa direnovasi dan di desain kembali sebagai kereta wisata. Harga untuk kebutuhan tersebut memang mahal, tapi masyarakat di kawasan timur pantura Jawa Tengah, benar-benar mendapat layanan transportasi kereta api yag benar-benar maksimal dan nyaman. Benarkah demikian….??