Protes Model Tanam Pohon Pisang di Jalan Belum Juga Hilang Sampai Sekarang

0
64
Model protes menanam pohon pisang di jalan ternyata tidak hanya terjadi karena ruas jalan desa mengalami kerusakan, tapi terjadinya kerusakan di ruas jalan provinsi hal sama pun terjadi, yaitu di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kondisi yang terjadi selama musim hujan, baik di ruas jalan poros desa, jalan kabupaten, jalan provinsi, dan ruas jalan nasional, tentu tidak jauh berbeda. Yakni, bermunculannya ”gula kacang” yang jika tidak segera diatasi cepat berubah menjadi lubang-lubang besar disertai dengan genangan air, sehingga hal tersebut sangat membahayakan para pengguna jalan, khususnya pengendara motor.

Karena itu, untuk menghindarkan warga pengguna jalan atas terjadinya ancaman tersebut di ruas jalan provinsi, maka ada di antara warga yang tetap menggunakan cara lama. Yakni, menanam pohon pisang di lubang jalan yang dipandang sangat membahayakan para pengguna jalan, dengan harapan hal itu segeras mendapat perhatian dari pihak yang berkompeten.

Dari pantauan ”Samin-News” di ruas jalan raya provinsi, Pati-Sukolilo, misalnya, di musim hujan ini kembali bermunculan ”gula kacang”. Utamanya, adalah lubang-lubang di beberapa ruas antara badan jalan dan bahu jalan, serta tak ketinggalan juga di depan plat injak jembatan meskipun tampaknya bekas dilakukan perbaikan.

Akan tetapi, upaya perbaikan yang dilakukan termasuk perkerasan pada badan jalan juga tidak mampu bertahan lama setelah diguyur hujan seperti sekarang. Karena itu, jika sampai ada kerusakan antara badan dan bahu jalan yang oleh warga ditanami pohon pisang, hal tersebut semata-mata adalah demi amannya pengguna jalan,utamanya yang bekendara motor saat melintas dari barat (Sukolilo), tepatnya di Desa Cengkalsewu.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Kepala Seksi (Kasi) Jalan dan Jembatan Wilayah Pati I, Patuh Uji Winarto ST mengungkapkan, bahwa pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan perbaikan atas ruas jalan Pati-Sukolilo yang menjadi wewenangnya. Akan tetapi, begitu turun hujan yang terus mengguyur menyebabkan terjadinya kembali kerusakan itu tak bisa dihindari.

Sedangkan meterial keperluan itu juga belum tersedia, karena sampai saat ini masih dalam proses lelang pengadaannya. ”Karena itu, atas terjadinya kerusakan tersebut maka untuk perbaikannya sedikit bersabar, mengingat upaya perbaikan kerusakan ruas jalan di musim penghujan, tentu hasilnya jauh dari harapan,”tandasnya.