Proses Pemilihan Umum Tidak Bisa Lepas Praktek Money Politik

0
15
Saat sosialisasi dilaksanakan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Proses penyelenggaraan pemerintahan kita menganut sistem demokrasi. Dengan melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Namun demikian, dalam perjalanan demokrasi itu, diwarnai dengan noda-noda money politik atau politik uang.

Menyikapi persoalan itu, Camat Cluwak, Agus Purwanto menyampaikan keresahannya terkait penyelenggaraan pemilihan umum yang hingga kini masih saja tidak bisa lepas dari money politik. Baik pemilihan umum tingkat presiden hingga ruang kecil yakni pemilihan kepala desa.

“Meskipun sosialisasi oleh pemerintah Kecamatan (Cluwak) dilakukan dengan baik misalnya di balaidesa, tapi masih tidak bisa dilepaskan yang namanya amplop (money politik, red),” ucap Agus kepada Saminnews, Senin (1/2/2021).

Pandangan terkait pemilihan umum sulit lepas dari praktek money politik itu disampaikan pihaknya pada saat kegiatan sosialisasi dan pembentukan kepanitiaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Balaidesa Plaosan, Kecamatan Cluwak.

Agus membeberkan kondisi di lapangan bahwa penyelenggaraan setingkat desa diwarnai dengan berdasarkan uang bukan mendasarkan pada kapasitas oleh calon itu sendiri. Praktek semacam ini jelas sudah diketahui bersama, dan dimungkinkan terjadi dimana saja.

“(Warga) memilih yang ada amplopnya, tapi jika diantara mereka (kandidat) ada semua, maka milih yang banyak isi amplop itu,” lanjut dia.

Tidak bisa dielakkan, praktek semacam itu pada kontestasi Pilkades terjadi. Bahkan efek yang ditimbulkan dari Pilkades cukup mempengaruhi kondisi psikis para warga. Betapa tidak, lantaran saking fanatik terhadap pilihannya akan memicu konflik horizontal.

Oleh sebab itu, warga harus bisa menyikapi dengan baik. Iklim Pilkades seperti diketahui antar pendukung calon biasanya terjadi gesekan yang tak jarang bisa memendam konflik berkepanjangan.

“Efek psikologis (Pilkades) itu lebih hebat. Jadi, jangan sampai ada konflik, jangan kisruh terhadap tonggo tepaoo (tetangga),” tandasnya.