Pinggir Jalan Jetak-Guyangan Sudah Selesai Dibersihkan: Silakan Dibuangi Lagi Sampah yang Memalukan

0
101
Sepanjang pinggir jalan Jetak Kecamatan Wedarijaksa-Guyangan, Kecamatan Trangkil, tumpukan sampahnya yang menggunung, Kamis (4/2) kemarin tuntas dibersihkan oleh pihak Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tidak diperintah saja tiap hari mulai subuh, pagi, siang hingga kembali malam, atau bahkan pada tengah malam, warga di wilayah Pati utara yang tak mempunyai malu dengan kebanggaannya membuang sampah sembarangan itu, beramai-ramai menuju pinggir jalan Jetak Kecamatan Wedarijaksa-Guyangan, Kecamatan Trangkil. Apalagi kepentingannya jika tidak untuk membuang sampah yang dihasilkan sehari-hari.

Kendati akses ruas jalan tersebut tiap hari digunakan melintas keluarganya, bahkan anak-cucu dan keluarga lainnya, termasuk pembuangnya sendiri tapi memang sama sekali tida merasa malu. Dengan demikian, pembuangan sampah di tempat itu, datangnya silih berganti yang seolah-olah mereka itu membuang sampah di tanah warisan milik kakek moyangnya.

Jika yang mereka lakukan memang demikian, papar banyak warga yang merasa prihatin dengan kondisi tersebut, sampaikan saja kepada yang berkompeten. ”Apalagi, jika tidak permintaan agar sampah yang mereka buang di tempat itu jika sudah menumpuk dan menggunung tidak perlu dibersihkan biar selamanya seperti itu,”ujar salah seorang di antara mereka, Permana Saputra.

Sepanjang pinggir jalan Jetak Kecamatan Wedarijaksa-Guyangan, Kecamatan Trangkil, tumpukan sampahnya yang menggunung, Kamis (4/2) kemarin tuntas dibersihkan oleh pihak Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Padahal, lanjutnya, tumpukan sampah yang sudah membusuk kemarin, setelah dibersihkan oleh pihak yang berwenang, akses ruas jalan yang mereka lewati sehari-hari tentu tidak terlihat jorok dan kumuh, serta merebaknya bau busuk. Jika sekarag kondisi ruas tepi jalan yang sudah bersih itu kembali menjadi ajang pembuangan sampah baru, karena mereka para pembuangnya sudah benar-benar kehilangan rasa malu.

Akan tetapi, secara sepihak, di tengah maraknya pandemi Covid-19 ini orang bisa menutup rasa malunya, karena ada masker yang harus dipakai. Dengan demikian, jangankan diperintah untuk kembali membuang sampah di lokasi tersebut setelah bersih dari sampah lama yang sudah dibersihkan dan dibuang, maka saatnya kembali berperilaku tanpa harus malu-malu.

Apalagi, besok kalau sudah menumpuk dan membusuk pihak yang berkompeten akan kembali membersihkan dan membuangnya. ”Akan tetapi, juga perlu sekali-kali tumpukan sampah tersebut dibiarkan biar sampai luber ke jalan, sehingga ruas jalan tersebut menjadi tertutup sampah maka komplain dari para pengguna jalan pasti akan bermunculan,”seloroh Pramana Saputra.