PDI Perjuangan Gerak Cepat Dirikan Posko dan Dapur Umum di Dukuhseti

0
89
Dapur umum dan Posko DPC PDI Perjungan Pati, didirikan di lokasi banjir Dukuhseti.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Gerak cepat dilakukan DPC PDI Perjuangan Pati dalam merespons kodisi darurat berkait dengan terjadiya banjir bandang hampir menyeluruh, yaitu di 11 desa di Kecamatan Dukuhseti. Banjir tersebut akibat meluapnya air di sejumlah alur kali, sebagai dampak dari curah hujan yang cukup tinggi sejak Rabu (24/2) kemarin.

Bahkan sampai hari ini, Kamis (25/2), papar saah seorang personel pengurus DPC PDI Perjuangan Pati, Teguh Bandang yang juga Ketua Fraksi partai yang bersangkutan, ketinggian aur yang menggenangi lingkungan kediaman warga rata-rata masih dengan ketinggian di atas lutut orang dewasa. Karena itu, pihaknya sejak awal sudah melakukan antisipasi.

Di antaranya adalah menerjunkan para relawan untuk membuka dapur umum, mengingat dari pagi sampai siang banyak aktivitas warga yang terganggu. ”Mereka harus mengumpulkan barang-barang yang ada di rumah untuk mengantisipasi genangan air yang terjadi semakin bertambah tinggi, maka kesempatan untuk menyiapkan makan tentu tidak bisa,” ujarnya.

Dapur umum dan Posko DPC PDI Perjungan Pati, didirikan di lokasi banjir Dukuhseti.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, lanjut dia, pihaknya bersama para relawan partai langsung bergerak menyiapkan lokasi dapur umum. Hal itu juga atas suport dari Dr Evita Nursanty, sehigga tidak hanya menyiapkan layanan dapur umum, sehigga untuk material berupa beras untuk dipesiapkan, dan ditempatkan di lokasi rumah warga yang masih aman dari genangan.

Sedangkan dapur umum yang baru dibuka pada siang hari, maka upaya menyalurkan keperluan makan warga yang terdampak banjir bisa dilakukan pada petang hari. Karena itu para relawan harus melawati genangan air untuk menuju ke rumah warga, dan rata-rata mereka masih bertahan di kediamannya atau dengan kata lain mereka belum mengungsi.

Sebab, terjadinya genangan air berlangsung di halaman rumah dan ruas jalan dalam desa sehingga selama air tidak bertambah, maka kondisi tinggi genangan akan berkurang. ”Sampai siang tadi genangan air di halaman rumah warga rata-rata masih  di atas lutut orang dewasa,” imbuhnya.