Mencari Sisa Endapan Lumpur di Saluran untuk Pembibitan Pohon Buah

0
46
Warga memanfaatkan endapan lumpur atau tanah yang dibawa air hujan di saluran, utuk usaha pembibitan pohon buah-buahan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sering rusaknya ruas jalan antara Badegan-Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo , Pati, adalah sebagai dampak dari gelontoran air pembawa lumpur saat turun hujan dan limpas ke jalan. di lokasi ruas jalan tersebut setidaknya ada tiga lokasi, dan satu di antaranya tak jauh dari tempat tinggal warga Badegan.

Hal itu terjadi, karena lokasi saluran di sisi barat jalan itu jika dari selatan, karena lokasi tersebut lebih rendah dibanding yang dari selatan (desa). Akibatnya gelontoran air dari desa dan dari barat atau seputaran kawasan areal tegalan bila hujan pasti tak tertampung di saluran tersebut, dan pasti limpas di ruas jalan itu.

Dengan demikian, papar salah seorang warga Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, Sujono (57), endapan lumpur di saluran tersebut ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengisi pot-pot plastik. ”Selain berupa tanah merah, kandungan umusnya tentu lumayan karena ikut hanyut tergerus air hujan,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, endapan lumpur dari genangan air hujan ini akhirnya dimanfaatkan untuk usaha pembibitan, dan saat ini baru pembibitan pohon durian. Tersedianya tanah merah ini tentu dia tidak perlu membeli atau menggali lubang tanah, tapi bisa mengambil sebanyak-banyaknya sehinggal tinggal datang di lokasi tersebut dengan membawa kendaraan bak terbuka.

Damak dari apa yang dilakukan tak lain, endapan lumpur di saluran itu bisa berkurang sehingga nanti jika turun hujan deras juga bisa menampung banyak air.  Sehigga bagi warga yang membutuhkan tanah merah untuk kegiatan yang sama dia lakukan, tidak ada salahnya jika ikut mengambil di lokasi saluran ini.

Sedangkan pemanfaatannya tergantung keperluan masing-masing, dan jika tanah tersebut untuk pembibitan pohon buah-buahan tentu prosesnya harus dilakukan pencampuran. ”Selain pupuk kandang juga perlu ditambah campuran sekam, agar tanah tersebut tidak menjadi padat melainkan masih ada rongganya sehingga bila disiram air masih bisa masuk,” imbuhnya.