Lazisnu Pati Salurkan Dana ZIS Sebesar 3,4 Miliar

0
41
Salah satu program Lazisnu, dana yang terhimpun untuk dialokasikan sektor kebencanaan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdhatul Ulama (Lazisnu) Pati, Muhammad Niam mengatakan telah menyalurkan dana sebesar Rp 3.455.808.855 kepada tidak kurang dari 400 mustahiq di berbagai wilayah di Pati.

Dana tersebut berasal dari sumbangan masyarakat melalui Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS). Selanjutnya, dana tersebut dikelola atau dihimpun oleh manajemen Lazisnu yang peruntukannya kembali lagi bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Dana ZIS tersebut tercatat 170 donatur langsung dan tidak kurang dari 15 ribu donatur melalui program Koin NU, baik yang tinggal di Pati maupun di luar yang mempunyai keterkaitan dengan mustahiq di Pati,” kata Niam berdasarkan laporan tertulisnya yang diterima Saminnews, Sabtu (20/2/2021).

Penyaluran dana oleh Lazisnu Pati itu berasal dari dana yang terhimpun selama setahun 2020. Sementara itu, pihaknya mencatat internal Lazisnu sendiri selama tahun 2020 hingga 20 Februari 2021 ini, menghimpun dana ZIS sebesar Rp 3.857.499.390.

Artinya, hampir semuanya dana yang terkumpul telah disalurkan bagi mustahiq atau yang berhak menerima. Adapun dalam catatannya, sumbangan terbesar dari Lazisnu MWC NU Winong senilai Rp 2.216.103.787 dan sisanya berasal dari 20 Lazisnu MWC di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati.

Dana yang dihimpun oleh Lazisnu untuk dialokasikan ke dalam beberapa program yang dicanangkan. Lazisnu Pati mempunyai beberapa program sasaran, yakni pendidikan, kesehatan, kebencanaan serta ekonomi.

Niam mengungkapkan sektor pendidikan meliputi pemberian beasiswa murid tidak mampu, guru honorer juga lembaga pendidikan yang membutuhkan. Sektor kesehatan yakni dialokasikan untuk memberikan bantuan masyarakat tidak mampu agar memperoleh pelayanan pengobatan.

“Sektor kebencanaan disalurkan dalam bentuk bantuan bencana misalnya kebanjiran, kekeringan dan bencana lainnya. Sektor ekonomi disalurkan dalam bentuk gerobak Warung Nusantara (Warnusa),” ujarnya.