Kejari Pati Salurkan Bantuan Terdampak Banjir di Desa Kasiyan

0
82
Kajari Pati, Mahmudi memberikan bantuan sosial secara simbolis bagi pengungsi di Desa Kasiyan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan sosial paket sembako bagi korban bencana banjir. Penyaluran bantuan difokuskan di Posko Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Kamis (25/2/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mahmudi menyebut pihaknya bersama sejumlah pimpinan Kejari Pati mempunyai kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

“Bersama Kasi Pidsus, Pidum juga ibu ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) cabang Pati melaksanakan bakti Adhyaksa terhadap korban banjir di Kabupaten Pati, kami laksanakan bakti sosial ini yang memang sudah direncanakan oleh Kasi Intel,” ujar Mahmudi seusai penyaluran bantuan.

Perencanaan ini, lanjutnya sebenarnya sudah direncanakan pada awal adanya banjir. Akan tetapi, pada saat ini lantaran kepemimpinan Kajari sudah berganti, dengan demikian dilaksanakan oleh Kepala Kejari yang baru, pada tanggal 23 Februari kemarin.

Penyaluran bantuan sosial oleh Kejaksaan, Ia menyebut berupa sembako, yang terdiri dari beras, telur, mie instan juga peralatan kebersihan, sabun, sikat gigi pasta gigi.

“Agar bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak banjir. Karena sudah hampir dua bulan lebih, mulai bulan Desember kemarin hingga sekarang,” harap Mahmudi.

Sementara itu, menurut Rumadi yang saat ini cuti dari Kades mengungkapkan banjir yang menggenangi di Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan ini berimbas pada aktivitas warga.

“Sebanyak 60 rumah dengan 97 kepala keluarga (KK) 231 jiwa mengungsi di tempat pengungsian setempat. Adapun banjir ini dimulai pada 11 Desember 2020, sampai dengan sekarang,” katanya.

Hingga akhirnya pemukiman warga terendam banjir, yang kemudian dievakuasi dipusatkan ke posko bencana Desa setempat. Memang fungsinya untuk mengantisipasi ketika tiba-tiba ada bencana banjir.

Ia berharap semoga banjir segera surut, rumahnya bisa dihuni kembali. Aktivitas masyarakat bisa normal sedia kala. Namun, demikian untuk saat ini ketinggian permukaan air sudah surut, yang semula di pemukiman warga mencapai 50-60 cm, kini berangsur surut.