Gedung Dewan Berlantai Empat Menempati Tanah Baru yang Dibeli

0
231
Lahan kosong yang sudah dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk pendurian Gedung DPRD berlantai empat, tepat di belakang Gedung DPRD yang sudah lama berdiri.

 SAMIN-NEWS.com, PATI – Petak lahan kosong, tepat belakang Gedung DPRD Pati konon statusnya sudah dibeli oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang konon harga seluruhnya mencapai Rp 1 miliar lebih. Tanah yang terletak di Kampung Mertokusuman, Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan Pati adalah yang tengah dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan Gedung DPRD baru.

Rencana peruntukan gedung tersebut diperkirakan akan menjadi tanda tanya besar masyarakat, apalagi dalam situasi dan kondisi seperti saat ini di mana Pati belum benar-benar lepas dari sebaran virus pandemi Covid-19. Akan tetapi, ada proyek alat kelengkapan Dewan beruapa gedung baru berlantai empat.

Bahkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” menyebutkan, selain bagian lantai pertama khusus untuk lokasi parkir kendaraan anggota Dewan, mereka juga diberi fasilitas yang terhitung cukup lain dari yang lain. Yakni, tiap satu personel anggota Dewan akan mendapatkan alokasi prioritas satu ruangan khusus, meskipun masih banyak hal perlu mendapat skala prioritas, seperti tindak lanjut pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Juwana yang sempat ditunda.

Dengan latar belakang Gedung DPRD Pati yang masih tampak megah di atas tanah yang berbatasan dengan gedung DPRD terebut akan dibangun lagi gedung baru yang disebut-sebut berlantai empat.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Arif Wahyudi, menegaskan, bahwa lokasi rencana pembangunan gedung DPRD baru memang di lokasi lahan tersebut. Lahan itu semula adalah milik warga, dan sudah resmi dibeli sehingga pihaknya nanti saat mulai membangun fasilitas gedung tersebut tinggal menempati.

Akan tetapi saat ini prosesnya barulah pada tahap lelang, utuk tenaga konsultan pengawas sehingga paket pelaksanaan pekerjaan belum dilaksanakan. Karena itu jika nanti sudah harus melaksanakan pekerjaan tersebut, pihaknya tetap akan memanfaatkan akses jalan dalam lingkungan gedung Dewan, yaitu dengan membongkar pagar tembok belakang.

Hanya saja, tahapannya saat ini belum sampai pada tingkat pelaksanaan, maka pihaknya pun menunggu sampai selesainya lelang untuk jasa konsultan pengawas. ”Tentang berapa luas lahan yang tersedia untuk membangun fasilitas gedung Dewan itu kami belum mengetahui secara pasti,”imbuhnya.