Dua Waduk di Pati Mulai Pagi Tadi Sudah Terisi Penuh

0
99
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir ini, maka tepat Senin (8/2) pagi hari ini, untuk volume kedua waduk, baik Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong maupun Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan yang sama  mulai terisi penuh. Dengan demikian, jika saat ini masih turun hujan, maka air yang masuk ke dalam daerah genangan waduk tersebut akan keluar dan mengalir lewat saluran pelimpah.

Akan tetapi, batas kapasitas maksimal air yang harus mengalir melalui saluran pelimpah tersebut tetap harus diwaspadai berapa besar volumenya. Jika hal itu sampai melebihi batas maksimal karena tingginya curah hujan, maka terjadinya limpasan melalui saluran pelimpah tidak bisa dihindari, maka yang harus di lakukan warga di daerah hilir adalah waspada.

Ditanya berkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno tidak mengelak. Sebagai gambaran riil, seperti Waduk Gunungrowo, misalnya, volumenya mencapai 5,1 juta meter kubik lebih, dan sampai tadi pagi tinggi maksimal air mencapai 320 meter dari permukaan laut (MDPL).

Karena waduk sudah terisi penuh sesuai kapasitas volumenya, maka sudah terjadi limpasan melalui pelimpah dengan ketinggian pada awalnya mencapai 10 cm. ”Karena hujan terus mengguyur di kawasan Lereng  Muria Timur maka, sampai siang tadi pada saluran pelimpah terjadi limpasan tidak kurang dari antara 3-4 cm, maka limpasannya mencapai antara 13 -14 cm,”ujarnya.

Kondisi waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati diambil sebelum volume airnya penuh hari ini.

Dengan demikian, lanjutnya, tinggi maksimal air waduk tersebut masih dalam batas aman, karena Tinggi Maksimal Aair (TMA) beru mencapai 320.00 MDPL. Akan tetapi jika TMA sudah mencapai 321,00 MDPL maka biasanya oleh petugas waduk yang bersangkutan menyatakan siaga, sehingga warga yang berada di kawasan hilir untuk melihat perkembangan mengalirnya air, dan yang di perkotaan bisa melihat air di alur Kali Sani, khususnya yang dari Waduk Seloromo.

Bagaimana dengan kondisi Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong saat ini, karena sejak tadi pagi juga sama-sama sudah penuh seratus persen. Untuk waduk tersebut volumenya memang mencapai 9,5 meter kubik, dan TMA mencapai 207,09 MDP, serta sudah terjadi limpasan dengan ketinggian mencapai 7 cm, tapi masih dalam status normal.

Hanya saja satu hal wajib diingat, bahwa untuk Waduk Gunungrowo selama ini berdasarkan kondisi riilnya memang tidak pernah mengalami kelebihan air sampai batas bendungan. Dengan demikian, hal tersebut berbeda engan Waduk Seloromo pernah mengalami hal tersebut, sehingga jika tidak salah sekitar 2014 pernah terjadi banjir.

Akan tetapi, untuk tahun ini diharapkan banjir tidak terjadi akibat limpasan dari pelimpah Waduk Seloromo, karena jika hal itu terjadi larinya air adalah ke kawasan Kota Pati. ”Hal itu juga akan menambah beban air yang di alur Kali Juwana, dan saat ini banjir masih terjadi akibat luapan alur Kali Juwana yang menerima banyak air dari anak kali yang bermuara di Pegunungan Kendeng,”tambahnya.