Pati Masuk Studi Investigasi dan Rancangan Dasar Jalur KA

0
148
Sekretaris Dishub Pati, Indri Nugraheni SE MM Akt bersama personel terkait saat mendampingi tim survei PT Intimulya Multi Kencana sebagai konsultan Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang Selasa (26/1) kemarin melakukan survei di Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Melalui jasa konsultan PT Intimulya Kencana, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, mengajukan permohonan izin Survei Pengambilan Data Primer dan Skunder. Hal tersebut dalam rangka Studi Investigasi dan Rancangan Dasar Jalur Kereta Api (KA) antara Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Jatirogo dan Bojonegoro.

Dalam kegiatan survei tersebut, papar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko AP MSi melalui Sekretaris Dishub yang bersangkutan, Indri Nugraheni SM MM Akt, untuk Pati sebagai leading sektor adalah Bappeda. Selain itu, ada pula yang berkompeten dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Karena itu, rangkaian kegiatan konsultan PT Intimulya Multi Kencana  selain melakukan diskusi berkait dengan kondisi masalah bekas-bekas perkeretaapian di Pati juga langsung menindaklanjutinya survei ke lapangan. ”Selesai itu sudah pasti konsultan akan menindaklanjutinya dengan survei data primer dan survei lapangan,”ujarnya.

Sekretaris Dishub Pati, Indri Nugraheni SE MM Akt bersama personel terkait saat mendampingi tim survei PT Intimulya Multi Kencana sebagai konsultan Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang Selasa (26/1) kemarin melakukan survei di Pati.

Hal tersebut, lanjutnya, tentu untuk memperoleh data-data yang diperlukan pada wilayah sebagaimana terlampir, untuk tercapainya hasil pekerjaan yang sesuai dengan tujuan studi dimakasud. Karena itu dalam kesempatan survei lapangan, sempat disinggung pula untuk racangan dasar jalur kereta api di Pati ini, barangkali dikembalikan pada lokasi di pinggir jalan raya nasional Kudus-Pati.

Berkait hal tersebut, dari Pati memberikan masukan bahwa hal itu sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilaksanakan, meskipun hal itu pelaksanaan pembangunanny a akan dilaksanakan berapa tahun lagi. Demikian pula, jika hal tersebut dipaksakan maka justru akan menuai banyak permasalahan sosial.

Dari contoh sederhana, konsultan pun diberikan masukan, bahwa dahulu kala perjalanan kereta api dari Semarang-Demak-Kudus-Pati-Juwana-Rembang, setelah lepas dari Stasiun Pati, konon melintas di dalam kota. ”Bahkan kereta api tersebut juga melintas di tengah alun-alun yang sekarang menjadi Alun-alun Simpanglima sebagai ruang publik yang cukup representatif,”imbuhnya.