Besaran Debit Aliran Air di Waduk Gembong dan Gunungrowo Masih 0 Liter/Detik

0
197
Kondisi Waduk Seloromo di Desa, Kecamatan Gembong sepanjang tahun yang sampai saat sekarang belum pernah dinormalisasi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juwana yang mempunyai Kontrol Point untuk Waduk/Bendung/Embung Wiayah Korpokla Juwana menyampaikan kondisi fasilitas bangunan pengairan tersebut. Kondisi yang dilaporkan sebagaimana diterima oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Selasa (19/1) 2021 lalu.

Kepada ”Samin News” Kabid SDA DPUTR Kabupaten Pati, H Darno mengungkapkan, berdasarkan laporan kondisi Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong dan juga Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat. Untuk Waduk Gembong, muka air (Elv) adalah 204.72 dengan volume saat ini mencapai 6.962.72 meter kubik.

Akan tetapi besar debit airnya (Q) sampai saat ini masih 0 liter/detik, sehingga untuk terjadinya limpasan melalui saluran pembuang juga masih 0 cm. Untuk Selasa (19/1)  pagi lalu, di kawasan waduk tersebut tengan turun hujan dengan intensitas sedang. dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat kondisinya juga tak jauh berbeda.

Dari Elv 314.70 dan volume 2.823.080 meter kubik , utuk besaran debit juga masih 0 liter/detik, dan juga belum terjadi limpasan berapa cm. ”Untuk cuaca di kawasan waduk itu mendung, sehingga sudah barang tentu diharapkan adanya turun hujan dengan intensitas sedang justru lebih baik, karena aliran air yang akan mengisi waduk itu bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Kondisi Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, terpaksa ditutup di tengah-tengah berlangsungnya masa pandemi Covid-19.

Selain kedua waduk tersebut, lanjutnya, di Pati juga terdapat beberapa bendung , seperti Bendung Medani yang sudah barang tentu sampai saat ini belum limpas karena ketinggian air (H) baru 30 cm. Selain itu, untuk besar debit aliran air (Q) sebesar 8.610 liter/detik, intake 241 liter/detik serya cuaca hujan dengan intensitas sedang.

Selebihnya, pihaknya juga mencatat kondisi Bendung Logung juga belum terjadi limpas, ketinggian air (H) mencapai 50 cm , besaran debit aliran air 22 meter kubik per detik. Untuk logung barat juga masih 0 liter/detik, tapi Logung timur sudah mencapai 647 liter/detik dengan cuaca di lokasi tersebut gerimis.

Sementara itu untuk kondisi Waduk Logung, untuk Elv mencapai 88.841 meter, volume air sebesar 19.820 juta meter kubik. Untuk Q inflow potensi adalah 0.887 juta meter kubik Q inflow potensi 22.411 meter kubik Q Out (vol) 0,264 juta, Q out  HJV  3.060 meter kubik, Spil out 0.464 juta meter kubik, Spil out  8.078 meter kubik/s, dan untuk cuaca di lokasi hujan dengan curah hujan 75.00 mm.

Salah satu embung di Pati yang kondisinya cukup representatif, adalah Embung Gemeces yang berlokasi di pinggir jalan raya Pati-Juwana.

Sementara itu embung di Daerah Irigasi (DI) Gembong, dia antaranya adalah Embung Gemeces yang berlokasi di dalam kota atau di pinggir jalan raya Pati-Juwana. Kondisinya, untuk Elv mencapai 448 cm, volume 5.519 meter kubik, dan Embung Sidokerto, di Desa Sidokerto, Kecamatan Pati untuk Elv adalah 240 cm, dan volume 3.608 meter kubik.

Sekebihnya ada pula Embung Dengkek, di Desa Dengkek, Kecamatan Pati dengan Elv 350 cm, tapi untuk volume embung tidak tercata. ”Sedangan dua embung airnya, masing-masing Embung Sugiharjo, di Desa Sugiharji juga di Kecamatan Pati, untuk Elv 310 cm, dan volume 11.906 meter kubik, serta satu lagi Embung Semirejo/Tamansari Elv 375 cm, dan cuaca di masing-masing lokasi embung adalah hujan dengan intenstas sedang,” imbuhnya.