Bahu Jalan Nasional di Pantura Timur Membahayakan

0
113
Begini kondisi bahu jalan nasional di sisi selatan jalan antara Pati-Juwana, atau depan sebuah perusahaan pengolahan ikan terbesar di Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam situasi musim hujan seperti sekarang para pengguna jalan khususnya yang berkendara motor, saat melintas di ruas jalan nasional pantura timur, baik dari barat maupun timur hendaknya ekstra hati-hati. Lebih-lebih jika hal itu dilakukan pada malam hari, karena tidak semua ruas jalan tersebut mempunyai lampu penerangan jalan umum (PJU) secara maksimal.

Dari pantauan yang dilakukan ”Samin-News” khusus ruas jalan Nasional di Kabupaten Pati, bahu jalan yang rusak tersebut bisa dijumpai di perbatasaan Pati-Kudus. Tepatnya, di Dukuh Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo hingga Desa Sokokulon juga di wilayah kecamatan setempat, khususnya yang di utara jalan dari barat.

Lepas dari lokasi ruas jalan itu, para pengguna jalan merasa aman, karena langsung menuju kota, dan masuk ke ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati bagi kendaraan bermuatan berat. Akan tetapi, selesai itu para pengguna jalan yang berkendara motor akan kembali bertemu bahu jalan  nasional, yang benar-benar memprihatinkan.

Ini juga kondisi bahu jalan di ruas jalan nasional pantura timur antara Pati-Juwana.

Akan tetapi, lepas dari ujung timur JLS Pati di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati baik yang hendak ke timur maupun barat sama-sama akan menemui bahu maupun badan jalan yang kondisinya memang tak layak. Selain itu di lokasi ini juga terdapat beda tinggi antara bahu jalan  bahu jalan, dan ini sangat membayakan pengguna jalan yang dari timur (Surabaya).

Terlepas dari kondisi itu, maka perlu diketahui para pengguna jalan yang berkendara motor, ancaman tersebut baru berakhir setelah hendak masuk ke Juwana. Akan tetapi lepas dari Juwana ke timur hingga batas Kota Rembang jangan berharap akan ada bahu jalan yang kondisinya benar-benar normal, dan maksimal.

Jika tidak sedang turun hujan rusaknya bahu jalan yang menjadi tempat genangan air hujan kelihat jelas, tapi jika hujan deras genangan air di bahu jalan sangat membahayakan pengguna jalan yang bermotor.

Ditanya berkait hal tersebut, dalah seorang pengawas ruas jalan nasional pada Kantor Pembuat Komitmen Ruas Jalan Trenguli (Demak)-Kudus, Pati hingga Batas Kota Rembang, Eko, tidak mengelak. Akan tetapi pihaknya juga belum bisa berbuat banyak, karena saat ini yang bisa dilakukan adalah pelaksanaan perkerasan jalan.

Sebab, di musim penghujan ini juga terdapat badan jalan yang mengalami kerusakan, dan harus dilakukan perkerasan. ”Sedangkan untuk penataan bahu jalan nanti akan menyusul setelah paket pekerjaan  kerusakan jalan nasional yang mengalami kerusakan juga akan diperbaiki.

Hanya saja untuk pelaksanaan paket pekerjaan itu, sampai saat ini masih dalam proses lelang, dan terjadinya kerusakan ruas jalan nasional juga cukup banyak. ”Sebab, wilayah kerja kami juga cukup luas,” imbuhnya.