Kejenuhan Tim Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 Membutuhkan Antisipasi

0
82
Tim Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati usai memakamamkan satu jwenazah seorang perempuan, warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Sabtu (5/12) pagi tadi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Puncak kejenuhan Tim Pamakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, tampaknya berlangsung hari ini. Yakni, Sabtu (5/12) saatnya harus menyiapkan kelengkapan yang dibutuhkan, termasuk kendaraan pengangkut personel, untuk memakamkan jenazah seorang perempuan, warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana.

Pagi tadi, saat sejumlah personel dihubungi untuk mempersiapkan diri, ungkap salah seorang personel kepada ”Samin News” , biasanya langsung menyatakan siap tapi yang teradi adalah sebaliknya. Biasanya satu tim berjumlah delepan orang yang menyatakan siap hanya dua orang, empat orang tidak merespons, dan dua orang menyatakan sedang tidak enak badan.

Hal itu memang menjadi salah satu bukti, bahwa tim ini benar-benar sudah dilanda kejenuhan, karena baik pagi, siang maupun malam selalu berada di kuburan untuk memakamkan jenazah tanpa mengenal waktu. ”Semalam kami hanya memakamkan dua jenazah, yang satu seorang perrmpuan warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Juwana, dan satu lagi jenazah seorang laki-laki, warga Desa Plangitan, Kecamatan Pati,”ujar yang bersangkutan, dan itu adalah personel yang selama ini akrab disapa Purnama.

Mereka bersama dan berbincang tentang kebosanan melaksanakan tugas pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 Kamis (3/12) malam saat menunggu untuk melakukan pemakaman jenazah seorang perempuan, warga Desa Payang, Kecamatan Pati.

Terlepas dari hal tersebut, maka begitu tim harus berangkat ke pemakaman di TPU Bagu tapi kekurangan personel, akhirnya berhasil dihimpun kekuatan yang biasanya delepan personel, akhirnya tinggal enam personel. Semuanya menyatakan siap, sehingga mereka pun berangkat karena menyadari bahwa tugas adalah tetap tugas yang memang oleh seorang relawan harus dilaksanakan.

Karena itu, lanjutnya, dengan kekuatan personel yang terbatas, maka tim tersebut tidak perlu menggunakan kendaraan truk boks tertutup. Dengan demikian, pemakaman pertma di Desa Doropayung berhasil dilaksanakan secara meksimal, dan setelah itu mereka harus beristirahat sekitar setengah jam di lokasi TPU itu sambil menunggu pemakaman berikutnya.

Untuk pemakaman tersebut, mereka harus bergeser ke TPU Bogo yang menjadi makam warga delapan desa di Kecamatan Juwana, dan jenazah yang dimakamkan adalah jenazah seorang laki-laki warga Desa Kauman. ”Sedangkan dalam sisa waktu mengatasi kejenuhan kami, coba sekali waktu, pihak jaga tetangga diterjunkan untuk memakamkan jenazah keluarga maupun warga di lingkungannya,” tandasnya.