Hal Teknis yang Diperhatikan Sekolah Saat Pembelajaran Tatap Muka

0
36
Ilustrasi: Pembelajaran tatap muka dikala pandemi (Ilustasi ilustrasi tidak ada kaitan apapun dengan isi berita)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Instansi pendidikan atau sekolah perlu memperhatikan apa yang menjadi syarat protokol kesehatan dalam ketentuan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara tatap muka di dalam kelas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto mengungkapkan jika sekolah hendak menerapkan pembelajaran tatap muka, maka sebelumnya dilakukan usaha serius dari manajemen sekolah terkait pemetaan lapangan.

“Sekolah punya daftar pemetaan, mempunyai fasilitas kesehatan (faskes, red). Itu harus dipahami dengan baik oleh lembaga pendidikan,” ujar Winarto saat ditemui Saminnews di Kantornya beberapa waktu lalu.

Secara teknis hal-hal yang disiapkan oleh lembaga pendidikan berkaitan dengan pembatasan gerak. Dimana dalam hal ini mobilitas warga pada satuan lingkungan pendidikan dibatasi. Baik itu oleh siswa maupun guru.

Hal tersebut jelas pada saat jam istirahat yang dibatasi. Adapun sebagai antisipasi penyebaran, dan justru berakibat fatal memicu terjadinya klaster di sekolah. “Di samping itu harus tahu, bahwa pembelajaran tatap muka yang dimaksud di lingkungan sekolah tempat makan atau kantin tidak boleh buka. Pada saat jam istirahat tidak boleh keluar,” jelas Winarto.

Di tengah wabah pandemi Covid-19 sekarang ini, aktivitas semacam itu merupakan kegiatan baru. Oleh karena itu, sangat diwanti-wanti dengan ketat ketika melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dan sejauh ini, instansi pendidikan masih tetap menggunakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring.

Menurutnya, bukan hanya pembatasan tempat, melainkan kegiatan yang bukan primer juga tidak dilakukan. Seperti misalnya kegiatan ekstrakulikuler sekolah yang sementara ini ditiadakan.

“Kemudian, kegiatan yang sifatnya ekstra kulikuler tidak ada. Kegiatan olahraga tidak diperkenankan dulu. Ini yang harus dipahami betul,” tutup Winarto.