Dalam Dua Hari Hanya Tiga Kematian Dimakamkan Stadar Ptotokol Covid-19

0
130
Ilustrasi: Pemakaman protokol covid-19 (Ilustasi ilustrasi tidak ada kaitan apapun dengan isi berita)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Harapan berkurangnya kematian dengan pemakamanan standar protokol Covid-19 di Pati, mudah-mudahan benar menjadi warna baru di Pati, mengingat Kabupaten Pati sudah terlalu lama dalam kondisi yang memprihatinkan. Akan tetapi, tanda-tanda munculnya perubahan kondisi tersebut , tentu menjadi harapan bersama masyakat.

Bahkan tanda-tanda itu muncul pada Sabtu (19/12), di mana dalam keseharian itu berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” menyebutkan, hari itu hanya terjadi satu keli pemakaman dengan standar protokol Covid-19. Yakni, seorang laki-laki, warga Desa Tanjungsekar, kecamatan Pucakwangi yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati.

Ternyata sejak pagi itu hingga siang, sore dan bahkan malam  maupun dini hari, Minggu (20/12) Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati,belum melaksanakanan pemakamanan dengan standar protokol Covid-19.

Ilustrasi: Pemakaman protokol covid-19 (Ilustasi ilustrasi tidak ada kaitan apapun dengan isi berita)

Akan tetapi, ungkap beberapa personel TIm Pemakaman BPBD, pukul 09.00 mereka mendapat perintah melaksanakan pemakaman satu jenazah seorang laki-laki, warga Dukuh Runting, Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati. Sebelum meninggal yang bersangkutan sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Fastabiq Sehat Pati.

Sekitar dua jam kemudian, perintah berikutnya tim BPBD harus segera bergerak menuju ke Dukuh Kedawung , Desa Serutsadang, Kecamatan Winong. Di desa tersebut seorang laki-laki, warga desa setempat harus dimakamkan, dan sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati.

Selesai pemakaman di desa itu, maka sampai siang hingga malam hari tidak ada lagi pemakamanan sampai Senin (21/12). Di mana, Tim BPBD  mendapat perintah harus melaksankanan pemakaman jenazah seorang laki-laki, warga Desa Beketel, Kecamatan Kayen

Jenazah tersebut berasal dari Rumah Sakit (RS) Firdaus Jakarta Utara, dan diharapkan selesai pemakaman di TPU sudah tidak ada lagi yang harus dimakamkan lagi. ”Akan tetapi semua itu hanyalah harapan bersama semoga benar-benar dikabulkan,papar salah seorang di antara mereka,”Purnama.