Saat Pelaksanaan Pekerjaan Rigid Beton di Ujung Jembatan Bajomulyo Nanti Memunculkan Hal Krusial

0
91
Rigid beton untuk ruas jalan Bajomulyo, Kecamatan Juwana yang kini terus berlanjut pelaksanaan pekerjaannya.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hal paling krusial diprediksi akan terjadi dalam pelaksanaan paket pekerjaan peningkatan ruas jalan Bajomulyo, Kecamatan Juwana yang diperkuat dengan konstruksi rigid beton. Karena itu, beberapa pemikiran terus digali barang kali bisa ditemukan faktor teknis yang bisa mengurangi hal-hal krusial tersebut.

Sedangkan permasalahan akan timbul, papar salah seorang pengawas lapangan dari Bidang Binarmarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Basir, yaitu saat pelaksanaan pekerjaan tersebut sudah sampai di lokasi bagian ujung utara. Di mana lokasi tersebut akses jalan akan menyambung dengan ruas jalan menuju kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat.

Di sisi lain, di lokasi ujung tersebut juga terdapat akses jembatan yang harus dilakukan penataannya dengan kontrsuksi rigid beton. ”Sebab, satu ruas jalan lainnya dari Dukuh Karangmangu, desa Bajomulyo juga bertemu di lokasi itu, tapi untuk melaksanakan pekerjaan rigid beton di lokasi tersebut tidak akan mengahadapi kesulitan,”tandasnya.

Pada ujung utara pertigaan dari selatan atau akses ruas jalan Bajomuloyo yang kini tengah dikerjakan konstruksi rigid beton yang berpotensi menimbulkan permnasalahan, utamanya arus lalu lintas.

Akan tetapi lanjutnya, untuk akses ruas jalan Bajomulyo dari selatan  ke utara di ujung jembatan itulah sebenarnya pangkal permasalahannya. Sebab, saat rigid beton harus dikerjakan sedikitnya ada 6 segmen atau sekitar 30 meter yang jika ditutup tetap memunculkan permasalahan, karena di lokasi barat jalan terdapat tempat kegiatan usaha ”coolsturage” yang pemilik usahanya sudah pasti tidak bersedia menghentikan kegiatan usahanya.

Tidak hanya itu, juga ada lalu-lalang arus lalu lintas lainnya yang melintas dari akses ruas jalan di Karangmangu yang hendak menuju tambat kapal juga sudah pasti tak bisa dihentikan atau ditutup. Padahal, sesuai rencana akses ruas jalan Bajomulyo tersebut seluruhnya menggunakan konstrukisi rigid beton, dan bahkan lebar badan jalan dibuat maksimal hingga 7 meter.

Karena itu jika saat pelaksanaan pekerjaan rigid beton akses ruas jalan tidak ditutup total, maka arus lalu lintas dari selatan lewat ruas jalan Karangmangu ke utara maupun dari kolam tambat kapal (dari utara) ke salatan akan bertumpuk di pertigaan ujung jembatan tersebut. ”Menyikapi kondisi nanti seperti itu,”kami akan berkoordinasi dengan pimpinan,”ujarnya.