Bidang Binamarga Lakukan Pemeriksaan Rigid Beton Karangmangu

0
75
Bidang Binarmarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati di pimpin langsung Kepala Bidang (Kabid), Naryo, Senin (2/11) tadi pagi melakukan pemeriksaan rigid beton ruas jalan Dukuh Karangmangu, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hasil kinerja rekanan pemenang tender paket pekerjaan rigid beton dan pemasangan talud ruas jalan Dukuh Karangmangu, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, CV Larisa Construksi, Senin (2/11) hari ini, diperiksa oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bersangkutan. Yakni, pihak Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Adapun yang kali pertama mendapat perhatian, yaitu hasil pekerjaan pemasangan talud penahan di ujung utara lokasi ruas jalan tersebut. Sesuai perencanaan panjang talud penahan tersebut, adalah 220 meter dan tingginya (H) 2,2 meter, tapi pada lokasi tertentu hal yang disebut terakhir diketemukan ada yang 2,10 meter.

Dengan demikian, ungkap Kepala Bidang (Kabid) Binamarga DPUTR setempat, Naryo melalui Kepala Seksi (Kasie) Jalan Hasto Utomo, menegaskan bahwa hal tersebut bukan karena unsur kesengajaan. ”Sebab, dari perencaaan panjang talud yang semula hanya 220 meter setelah dilakukan pengukuran ternyata panjangnya mencapai 233 meter,”ujarnya.

Pengukuran tinggi talud pada paket pekerjaan rigid beton ruas jalan Dukuh Karangmangu, Desa Bajomuyo, Kecamatan Juwana.

Dari kondisi di lapangan seperti itu, lanjutnya, maka antara kelebihan panjang talud yang mencapai 233 meter atau ada kelebihan 13 meter dibanding kekurangan tinggi talud yang rata-rata 2,10 meter  atau kurang 10 cm tentu bisa dihitung kembali atau dikonversi. Dengan demikian, bisa diketahui berapa volume panjang kelebihan talud dibanding volume kekurangan ketinggiannya.

Terlepas dari hal tersebut, untuk panjang rigid beton secara keseluruhan adalah 420 meter dan lebar mencapai 6 meter. Dari panjang ruas jalan itu, yang dipasang talud penahan sesuai perencanaan memang 220 meter, tapi oleh rekanan didapat tambahan sampai 13 meter, sehingga hal itu bisa digunakan untuk menghitung kekurangan tingggi (H) talud.

Hal itu terjadi karena ruas jalan yang ditingkatkan dengan rigid beton adalah berbatasan dengan areal tambak milik warga. ”Saat dilakukan penggalian lubang untuk fondasi sebenarnya sudah sesuai rencana, tapi saat hendak dilakukan pemasangan material batu pada dasar talut kembali tertutup endapan lumpur yang ada di lubang galian, hal itu bisa saja terjadi,”imbuhnya.