Mencoba Mengganti Tanaman Ubi Kayu dengan Empon-empon Kencur

0
90
Lahan perbukitan tanpa pepohonan maksimal ini merupakan areal tempat penanaman tanaman ”empon-empon” jenis kencur.(atas). Sedangkan penanamnya adalah Basir (55), warga Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terus menerus terpuruk dalam penjualan ubi kayu atau ketela pohon yang ditanam sepanjang musim, akhirnya menyadarkan Basir (55), warga Bermi, Kecamatan Gembong, Pati, harus mencari akal atau terobosan lain. Yakni, mengganti tanaman ubi kayu tersebut dengan tanaman ”empon-empon” yang sewatu-waktu harga bisa melonjak, jika banyak perusahaan jamu membutuhkan.

Karena itu, upaya mencoba menanam tanaman obat-obatan yang juga sebagai bumbu dapur tersebut pun dilakukan, meskipun  dia juga menyadari bahwa saat lahan kali pertama diolah dan awal ditanami memang tampak gundul. Sebab, tanaman kencur yang baru ditanam itu baru mengalami proses tumbuh karena termasuk tumbuhan perdu.

Akan tetapi, ungkap Basir, jika nanti sudah mulai keluar daunnya untuk satu rumpun bisa terdiri dari dua atau tiga tumbuhan kencur, sehingga tumbuhan itu dari tanam sampai bisa tumbuh membutuhkan waktu maksimal. ”Bahkan bisa saja sampai bisa dipanen umbinya membutuhkan waktu maksimal sampai satu tahun,”ujarnya.

Di sisi lain, jika kencur mulai tumbuh dan berdaun, lanjutnya bisa saja banyak lembar daunnya itu justru bisa menutup tanah secara rapat. Sehingga berbeda jauh dengan ubi kayu , meskipun sudah tumbuh tinggi tapi daunnya tidak mampu menutup hamparan tanah di bawahnya, sehingga di antara daun-daun yang ada itu ada selanya.

Untuk umur tanaman ubi kayu juga membutuhkan waktu relatif lama antara 10-12 bulan (1 tahun) tapi untuk ubi kayu itu umur rata-rata 10 bulan sudah dipanen. Hanya yang sangat disayangkan, harja jualnya saat ini hanya berkisar Rp 1.000 s/d Rp 1.500 per kilogram, sehingga banyak habis hanya untuk membayar pekerja dan angkutan.

Berbeda dengan tanaman kencur, sewaktu-waktu harganya bisa melejit sampai Rp 50.000 per kilogram meskipun saat ini harganya hanya Rp 23.000/kilogram, hal itu sama dengan harga saat membeli bibitnya. ”Dari bibit satu kuintal jika dipanen rata-rata bisa menghasilkan kencur sebanyak enam kuintal,”imbuh Basir.