Mencegah Terjadinya Hal Krusial di Ujung Jembatan Ruas Jalan ke Kolam Tambat Kapal

0
32
Ujung jalan dan juga ujung jembatan menuju ke ruas jalan tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam beberapa hari terakhir ini, tahapan pelaksanaan pekerjaan peningkatan ruas jalan Bajomulyo, Kecamatan Juwana dengan konstruksi rigid beton akan segera memasuki tahapan paling krusial. Yakni, saat harus dilakukan penutupan akses ruas jalan ke kolam tambat kapal lewat jalan di Dukuh Karangmangu juga di desa setempat.

Akan tetapi, papar pelaksana lapangan rekanan pemenang tender  yang bersangkutan, Amin, pihaknya akan mengikuti petunjuk apa yang nanti digariskan oleh pihak pengguna anggaran atau pejabat pembuat komitmen (PPK). Satu-satunya alternatif agar penutupan ruas jalan di ujung itu, maka material rugid beton yang digunakan tetap menggunakan perkerasan beton semen (perkerasan kaku/rigid pavement).

Untuk regid beton ini, ada yang dalam kurun waktu maksimal tiga hari sudah benar-benar kuat tarik uji lenturnya, sehingga untuk melaksanakan pekerjaan di lokasi tersebut tidak akan membutuhkan waktu terlalu lama, seperti jika harus menunggu umur beton sampai maksimal 28 hari. ”Dengan demikian, persiapan teknis untuk pekerjaan ruigid beton di lokasi ini harus benar-benar cermat, karena para pengguna jalan tentu tidak akan sabar menunggunya,”ujarnya.

Mengingat hal itu, lanjutnya, maka akses ruas jalan Karangmangu tetap harus dibuka dua arah, masing-masing untuk kendaraan yang hendak menuju ke kolam tambat kapal maupun sekembalinya. Hanya saja pada satu lajur dengan sistem buka tutup, sehingga tepat di tengah ujung jembatan ke selatan yang juga dibuka satu lajur khusus untuk kendaraan yang hendak masuk ke lokasi ”coolstorage.”

Karena itu untuk lajur yang dikerjakan di ujung jembatan itu sebanyak 30 segmen tetap harus menggunakan rigid betion yang cepat mengalami proses pengeringan dan perkuatan. Baru lajur berikutnya atau lajur yang satu dikerjakan dengan sistem tak jauh berbeda, dan juga kualitas rigid beton khusus.

Akan tetapi, jika para pengguna jalan bisa menunda kegiatannya baik yang hendak dan balik dari kolam tambat kapal, serta ”coolstirage” tersebut, maka pihaknya bisa lebih fokus melaksanakan pekerjaan itu. ”Dengan demikian, nanti pelaksanaan pekerjaan rigid beton di lokasi ujung jembatan dan ujung pertigaan bisa tuntas dan hasilnya benar-benar maksimal,”tandas Amin.