Gotong Royong, Sebuah Budaya yang Hampir Terlupa

0
78

Gotong royong dalam kerja bakti seperti ini saat sekarang memang sudah mulai jarang tampak dilakukan oleh kalangan masyarakat yang sejak turun temurun dikenal dengan sifat tebal rasa kegotongroyongannya, sehingga hanya bisa menjadi pertanyaan mengapa hal yang seharusnya tetap bisa dipertahankan sebagai budaya di kalangan masyarakat tersebut justru tergusur oleh sifat egoistis setiap individu yang merasa bahwa sifat saling menolong tersebut sudah tidak efektif lagi dilaksanakan, karena melibatkan banyak orang tapi hasilnya tidak maksimal. Dengan demikian, untuk melaksanakan hal-hal yang sifatnya menyangkut pelaksanaan pekerjaan lebih tepat jika diserahkan kepada pekerja, dan yang mempunyai pekerjaan tersebut tinggal mengeluarkan biaya untuk membayar berapa upah pekerja yang bersangkutan.

Akan tetapi, di kalangan jajaran Muspika Kecamatan Pati, mulai Dari Camat Drs Didik Rusdiartono, Kapolsek Iptu Sahlan SH, dan Danramil Kapten Inf Yahudi, Selasa (3/11) tadi pagi justru memilih bergotong royong, ikut membantu membersihkan ambrolnya bangunan ruang kelas SD 02 Ngarus yang porakporanda disapu hujan yang mengguyur sebelumnya, disertai bertiupnya angin kencang, dan ambrolnya bangunan ruang laboratorium, ruang Kelas I s/d III baru diketahui pada Senin (2/11) pagi kemarin. Karena itu, upaya untuk memperbaikinya pun segera dilakukan dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, tapi adanya kelengkapan ruang kelas baik meja ,maupun kursi yang ada di luar harus dimasukkan kembali ke tempat yang aman, dan juga atap genteng yang harus diturunkan membutuhkan tempat untuk menatanya, hal itulah yang dilakukan secara gotong-royong.

(Foto:SN/aed)