Gerakan Cuci Tangan yang Benar Bersama Santri Madin Al-Ma’ruf

0
21
Foto bersama Fatihul Hikmatil mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang bersama Santri Madin Al-Ma’ruf.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam situasi era new normal yang digencarkan oleh pemerintah saat ini, yang mana semua kegiatan harus disiplin dengan berstandar pada protokol kesehatan seperti, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak minimal 1 meter. Semua prosedur memang terlihat sepele namun sulit untuk dilakukan baik dalam kalangan dewasa terlebih anak-anak. Sebab, masa anak-anak merupakan fase bertumbuh dan berkembang sehingga dalam kategori rawan terkena virus covid-19 ini.

Oleh sebab itu, Fatihul Hikmatil mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, mengajak kepada Santri Madin Al-Ma’ruf, Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan, Blora agar lebih giat mencuci tangan di masa pandemi seperti sekarang.

“Usia setara sekolah dasar ini sangat rawan terkena virus. Sebab mereka aktif bermain di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja sehingga prosentase penularannya cenderung lebih tinggi, untuk itu saya berinisiatif untuk mengajak adek-adek untuk lebih sering mencuci tangan,” ungkap Fatihul, Rabu (17/11/2020).

Fatihul Hikmatil mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, saat mengajak agar lebih giat mencuci tangan kepada Santri Madin Al-Ma’ruf.

Selain memberikan wawasan tentang pentingnya cuci tangan, pihaknya juga memberikan edukasi serta mengajak secara langsung bagaimana mencuci tangan yang baik sesuai dengan prosedurnya.

Antusiasme santri Madin Al-Ma’ruf cukup baik, sebab tak semua dari mereka mengetahui dengan betul bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini dipertegas dengan pernyataan seorang santri yang bernama Najwa “mbak cara cuci tanggannya kok ribet mbak biasane asal saja,” tuturnya.

Memang sebagian besar dari mereka acuh akan pentingnya mencuci tangan sesuai dengan prosedur yang ada. Pasalnya, dalam pemikiran mereka (anak-anak) hanya tentang sebuah kesenangan dan kepuasan bermain saja.

Dalam kegiatan ini, disambut dengan baik oleh para ustad dan ustadzah. Mashudi selaku kepala guru Madin Al-Mar’ruf mengatakan kegiatan ini sangat membantu santri-santri dalam meningkatkan upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan mengedukasi apa pentingnya cuci tangan serta bagaimana cara cuci tangan yang baik.

“Dengan kegiatan edukasi ini, diharapkan para santri dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari virus covid-19,” ujarnya.