Bageng Siap Dicanangkan Sebagai Desa Wisata

0
146
Kerja bakti oleh banyak warga dengan melibatkan dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Disporapar, dan jajaran kecamatan bersama warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Sabtu (14/11) tadi pagi bersih-bersih lingkungan di desa tersebut.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Wilayah Kecamatan Gembong yang secara geografis adalah daerah perbukitan di kawasan Lereng Muria, maka potensi sumber daya alamnya tentu membutuhkan upaya pengelolaan yang maksimal. Lebih-lebih dari sisi kepentingan sebagai objek wisata alam, karena untuk wisata alam buatan berupa waduk saja mempunyai dua lokasi, satu di anyaranya adalah Waduk Gunungroro, di Desa Sitiluhur.

Sedangkan satu waduk lainnya, adalah Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong yang jika diberdayakan secara maksimal, tentu cukup menjanjikan sebagai tempat wisata air. Lebih-lebih jika di Waduk Gunungrowo, di atasnya dilengkapi fasilitas kereta gantung yang menghubungkan dengan kawasan wisata Jolong I maupun Jolong II.

Akan tetapi hal tersebut, papar Camat Gembong, Cipto Mangunoneng, untuk mewujudkannya membutuhkan peran pihak ketiga sebagai investor yang berkewajiban membangun dan mengelolanya, sehingga hal itu masih jauh dari harapan. ”Karena itu, yang coba untuk digarap dan dipesiapkan adalah Desa Bageng sebagai Desa Wisata 2020,”ujarnya.

Kerja bakti oleh banyak warga dengan melibatkan dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Disporapar, dan jajaran kecamatan bersama warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Sabtu (14/11) tadi pagi bersih-bersih lingkungan di desa tersebut.

Adapun  yang melatarbelakangi gagasan tersebut, lanjutnya, karena Bageng dari sisi sunber daya alam dan juga sumber daya manusia benar-benar lengkap. Sehingga awal mula desa tersebut bangkit melalui kegiatan budidaya tenaman perkebunan untuk jeruk jenis pamelo, sehingga tanaman ini tinggal mengwmnbangkan lagi secara maksimal jika memang menjadi objek wisata ”petik jeruk.”

Di sisi lain, warga desa ini juga cukup kreatif karena mempunyai kegiatan usaha dengan mengandalkan bahan baku yang bisa dihasilkan sendiri untuk dijadikan makanan olahan. Untuk keperluan tersebut bahannya dari saripati bahan makanan tradisional yang jika tidak disertai upaya untuk membuat makanan olah tentu kurang menarik.

Sedangkan bahan saripati tersebut adalah terbuat dari tanaman umbi-umbian jenis ”lerut” maupun ”lodro” yang sudah nyaris punah karena sisa-sisa adanya hanya di kawasan Lereng Muria. ”Apalagi, untuk kerajinan batik tulis juga ada di sini sehingga kalau desa ini dicanangkan sebagai desa wisata memang sangat tepat, karena mempunyai daya dukung kunjungan ke lokasi lain cukup banyak tersedia,”imbuhnya.