Ada yang Tercecer Saat Merencanakan Peningkatan Ruas Jalan Rigid Beton Bajomulyo

0
105
Sisi tepi ruas jalan Bajomulyo, Kecamatan Juwana yang kini ditingkatkan dengan rigid beton dan dipasang talud penahan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Ini barang kali saat survei dan membuat perencanaan peningkatan ruas jalan Bajomulyo, Kecamatan Juwana dengan konstruksi rigid beton oleh tim dari Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. Memang pada sisi kiri (barat) dan kanan (timur) ruas jalan tersebut, masing-masing diperkuat dengan talud penahan.

Akan tetapi panjang talud tersebut, utamanya yang sisi kiri (barat) hanya sepanjang 387,5 meter, sehingga hal tersebut nantinya juga tetap akan menyisakan permasalahan. Seharusnya talud tersebut ditambah lagi agar panjangnya bisa mencapai paling tidak 420 meter mengingat ada bagian lokasi yang selama ini selalu memunculkan permasalahan.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada salah seorang pengawas lapangan dari Bidang Binamargha DPUTR Kabupaten Patui, Samijan, tidak mengelak, yaitu ada lokasi pinggir jalan sisi barat yang selama ini selalu menjadi tempat pembuangan sampah. ”Idealnya, lokasi yang juga sudah diperkuat dengan rigid beton tersebut dipasang talud,”ujarnya.

Jika di lokasi tersebut rigid beton sudah menjadi bagian ruas jalan dengan lebar tujuh meter, lanjutnya, maka di lokasi yang memang tidak dipasang talud besar kemungkinan nanti tetap untuk membuang sampah lagi. Misalnya di lokasi itu ada talud, maka sampah yang dibuang tetap akan berada di tepi ruas jalan.

Mengingat kondisi tersebut akan menjadi sebaliknya, maka para pembuang sampah liar itu pasti akan melemparkannya ke dalam kali di sebelahnya. Jika hal itu sampai terjadi, maka petugas yang bagian membersihkan sampah liar tersebut benar-benar kasihan, dan bahkan akan menjadi enggan kalau sampah sudah dibuang ke alur kali yang juga tak beda jauh dengan comberan yang amat kotor.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya nanti akan melakukan perhitugan tambah kurang jika masih memungkin ada bagian alokasi pekerjaan yang bisa dikurangi, untuk ditambahkan pada pemasangan talud. ”Jika tidak, ya menunggu tahun anggaran 2021 untuk direncankan pekerjaan talud tambahan melalui sistem penunjukan langsung (Pl),” imbuh Samijan.