Waduk Seloromo Kembali Ditutup untuk Pengunjung

0
89
Camat Gembong Cipto Mangun Oneng bersama Muspika dan jajaran Pemerintahan Desa/Kecamatan Gembong, serta Karang Taruna desa setempat, Senin (12/10) sore kemarin, kembali menutup Waduk Seloromo di desa tersebut.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selama masa pandemi untuk kali kedua Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, ditutup untuk pengunjung dan juga kegiatan masyarakat lainnya, untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Penutupan kawasan lingkungan waduk untuk kali  yang kedua itu dilakukan oleh Camat Gembong, Cipto Mangun Oneng bersama jajaran Muspika, unsur pemerintahan desa, serta karang taruna setempat, Senin (12/10) pukul 16.00.

Dasarnya, karena banyak pengunjung terutama pada sore hari itu sama sekali mengabaikan ketentuan untuk selalu memakai masker. Selain itu mereka juga mengabaikan protokol kesehatan, karena banyak masyarakat bergerombol antara kelompok satu dan lainnya, serta sama sekali tidak menjaga jarak dengan alasan untuk melihat tenggalamnya matahari.

Sedangkan di sisi lain, tandas Camat Gembong Cipto Mangun Oneng, di lingkungan kawasan waduk sekarang ini tiap sore menjadi tempat kontes kendaraan utamanya truk dan jip. ”Mereka mengambil tempat di kawasan lokasi genangan waduk yang bila dalam situasi musim seperti sekarang sama sekali tidak berair, sehingga warga di kawasan pinggiran waduk merasa tertanggu,”tandasnya.

Camat Gembong Cipto Mangun Oneng bersama Muspika dan jajaran Pemerintahan Desa/Kecamatan Gembong, serta Karang Taruna desa setempat, Senin (12/10) sore kemarin, kembali menutup Waduk Seloromo di desa tersebut.

Sebab, lanjutnya, untuk menuju lokasi tempat kontes tersebut, baik kendaraan truk maupun kendaraan pengunjung semua lewat jalan di lingkungan perkampungan warga. Sehingga mereka pun terganggu dengan suara bising kendaraan yang saat melintas sengaja menggeber gasnya, maka tidak ada upaya lain kecuali harus menutup kawasan tersebut.

Di lokasi menuju kawasan itu, sedikitnya ada dua akses jalan yang digunakan lewat semuanya harus ditutup dengan palang bambu dan juga kayu.  Dengan demikian mereka yang berdatangan tidak hanya dari Pati tapi ada juga yang dari Kudus seperti di wilayah Kecamatan Dawe dan Bae, tentu tidak bisa lagi menggelar apa yang menjadi kesenangan mereka.

Masalahnya, sekali lagi, dalam kesempatan itu mereka maupun pengunjung yang melihat hal itu selain bergerombol juga sama sekali tidak memakai masker. ”Apa pun alasannya, karena pengunjung atau orang-orang yang berada di kawasan lingkungan Waduk Seloromo tidak memakai masker, maka menutup tempat itu harus kami lakukan,”ujarnya.