Problematika Kontemporer Ditengah Kepungan Arus Globalisasi

0
27
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Indriyanto.

SAMIN-NEWS.cim, PATI – Arus globalisasi kini telah menghipnotis jutaan umat manusia. Dimana terjadinya adanya integrasi di belahan dunia dengan ditandai pertukaran cara pandang, pemikiran maupun budaya maupun gaya hidup. Globalisasi bagian dari problematika kontemporer masing-masing negara dengan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, media, hingga pembangunan infrastruktur.

Mengacu hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Indriyanto menyebut juga bisa berdampak dengan nilai-nilai luhur sosial-budaya yang kita miliki. Oleh karena itu, perlu dicermati betul dan memperkuat jati diri bangsa.

“Di era global yang semakin menuntut kita untuk memperkuat jati diri bangsa, karakter bangsa juga kemandirian bangsa, diantara ideologi maupun paham lain di dunia. Yakni dengan menjadikan pancasila sebagai ideologi bangsa harus benar-benar kita pegang teguh dalam kehidupan berbangsa, bernegara di tengah masyarakat,” kata Indriyanto kepada Saminnews, Kamis (1/10/2020).

Derasnya arus informasi membuat kecenderungan yang mengarah pada pemudaran nilai-nilai adat hingga pelestarian budaya yang semakin melemah. Katakanlah budaya Gotong Royong yang diwariskan nenek moyang kita terdahulu. Dimana sekarang ini, sudah jarang menerapkan pola pikir tersebut. Dengan globalisasi, mampu mengubah siapa saja dan menimbulkan sikap individualistik, serta materialistis.

“Pancasila harus jadi nilai dasar setiap pengambilan kebijakan juga keputusan. Pancasila jangan hanya retorika tapi harus dilaksanakan sesuai denganĀ  porsi bidang kita masing-masing,” imbuh Indriyanto.

Lanjutnya, dengan memegang Pancasila, arus globalisasi beserta implikasi negatifnya itu yang memang hampir tidak bisa kita hindari, maka kita masih dalam lingkaran keutuhan. Sehingga, selain sisi positif dari globalisme, kita harus waspada dengan efek negatif globalisme yang saat ini melanda.

Efek negatif inilah yang kadang kita tidak menyadari akan merongrong kemandirian serta keutuhan bangsa indonesia yang merupakan bangsa besar di dunia.