Politik Uang Telah Membudaya pada Pagelaran Kontestasi Demokrasi

0
38
Hasan Labiqul (kanan) menerima sertifikat dari Ketua Bawaslu Pati, Ahmadi (kiri).

SAMIN-NEWS.com, PATI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Kaum Milenial Peduli Demokrasi”. Seminar ini dilaksanakan secara daring melalui chanel akun youtube resmi Bawaslu Kabupaten Pati, Kamis (15/10/2020) tadi pagi.

Seminar ini diadakan sebagai fasilitasi peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP). Dengan mengundang alumni SKPP sebagai pembicara. Mereka masih dalam usia muda, sesuai dengan judulnya kawula muda diharap peduli demokrasi yang bersih tanpa adanya money politik.

Sementara itu, Hasan Labiqul menambahkan yang juga menjadi narasumber seminar mengatakan persoalan dalam pemilihan umum adalah tidak lain masih adanya persoalan usang, yaitu noney politik. Dimana calon entah itu, eksekutif maupun legislatif memberikan sejumlah uang kepada pemilih untuk mempengaruhi suara, sehingga mau memilih pemberi uang.

“Politik uang ini sudah menjadi semacam budaya. Katakanlah pemberi dari konstituen memberikan uang. Kemudian, masyarakat juga ewoh (riskan, red) jika tidak menerima,” katanya.

Sementara itu, politik uang ini pada seterusnya terbentuk pola sistem politik etis atau hukum timbal balik. Masyarakat dengan calon pimpinan mempunyai keterhubungan di dalamnya. Hubungan itu semacam patron-klient, praktis ketika sudah menjabat pada kursinya masing-masing, akan mencari modal yang telah dikeluarkan ketika mengeluarkan uang sebelum pencalonan.

Keterikatan antara masyarakat dengan pemimpin ini sebagai ikatan transaksional. Yaitu dibentuk atas transaksi politik uang. Dan bukan ikatan penuh secara emosional atas jalinan interaksi seorang pimpinan yang berlaku politik bersih, maupun jujur terhadap tanggung jawabnya.

“Ini menjadi faktor buruk dalam panggung kontestasi demokrasi politik. Dimana akan mencari keuntungan, untuk balik modal. Sebelum mencalonkan diri, Bupati, Gubernur, walikota ingin mencari modal yang telah dikeluarkan,” terangnya.