Komponen Material BSNT Untuk KPM Desa Sumberejo Dinilai Maksimal

0
43
Komponen material untuk KPM BSNT yang disalurkan Kamis (8/10) hari ini di Desa Sumberrejo, Kecamatan Jaken, dinilai masing-masing cukup maksimal.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Komponen material baik beras dan lauk-pauk untuk KPM Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken, dinilai cukup maksimal atau dengan kata lain para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Nontunai (BSNT) benar-benar merasakan bantuan pangan dari provinsi itu. Dengan demikian, secara material berbeda jauh dengan BSNT yang disalurkan sebelumnya, atau sekitar akhir Agustus lalu.

Sebab, BSNT yang waktu itu disalurkan di desa tersebut benar-benar tidak layak meskipun alokasi nilai nominalnya adalah Rp 200.00 per paket/KPM. Untuk komponennya berupa beras tidak dibelikan yang kualitas premium per kilogram seharga Rp 10.500 melainkan yang jenis medium dengan harga sekitar Rp 8.500 per kilogram, sehingga beras tersebut selain banyak kadar menirnya warnanya juga sudah kusam.

Karena itu, papar beberapa pemuka masyarakat desa setempat, belajar dari kesalahan dalam mengadakan komponen material tersebut, untuk kesempatan penyaluran BSN kali ini tampaknya hal itu tidak mau terulang.  ”Hal tersebut tentu lebih baik, karena maksud dari penyaluran BSNT itu adalah untuk KPM yang notabene adalah warga desa kami,”ujar salah seorang di antara mereka, Zamahsari.

Komponen material untuk KPM BSNT yang disalurkan Kamis (8/10) hari ini di Desa Sumberrejo, Kecamatan Jaken, dinilai masing-masing cukup maksimal.

Dengan komponen meterial yang cukup bagus, lanjutnya, untuk beras premium atau tidak sudah bisa dilihat dari kemasannya, dan juga untuk lauk pauk utama meskipun tidak bandeng presto atau bandeng presto dalam kaleng, tapi lebih bisa dinikmati meskipun itu berupa ikan kering. Selebihnya ada minyak goreng, ada kecap, dan juga ada mie instan sehingga semunya akan bisa dinikmati oleh para KPM.

Khusus KPM di Sumberejo disebutkan, semula sebanyak 213 tapi dalam dua bulan terakhir ini ada pengurangan sehingga tinggal 205 KPM. Berkait hal tersebut, tentu bisa dipahami karena KPM yang sebelumnya untuk kondisinya sekarang dinilai sudah layak, sehingga dari jumlah sebanyak itu dilakukan pengurangan.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya dan sudah barang tentu para KPM BSNT tersebut berterima kasih, karena bantuan yang disalurkan benar-benar layak dikonsumsi sehingga ke depan tentuya tetap harus dipertahankan. ”Dengan demikian, KPM yang menerima BSNT tersebut benar-benar merasakan manfaat dari bantuan yang disalurkan itu,”imbuhnya.