BSB dari Kementrian Sosial Untuk Oktober Mulai Besok Disalurkan Lagi

0
50
Kepala Bulog Cabang Pati, Yonas Haryadi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bulog Cabang Pati mulai Kamis (22/10) besok hingga Sabtu (24/10) akan kembali menyalurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) dari Kementrian Sosial untuk Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Pati. Alokasi penyaluran bantuan di bulan ini, adalah kali yang terakhir dengan masing-masing KPM mendapat 15 kilogram.

Sedangkan bantuan yang sama untuk dua bulan sebelumnya, yaitu Agustus dan September 2020, sebanyak 1.600 ton sudah disalurkan  akhir September lalu. Tepatnya, Senin (28/9) di mana penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Bupati Haryanto, di halaman Gudang Bulog 204, di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati.

Demikian pula, ungkap Kepala Bulog Cabang Pati, Yonas Haryadi,  untuk penyerahan bantuan bulan ini (Oktober) tiap PKH tetap menerima alokasi yang sama sebelumnya, yaitu 15 kilogram. ”Beras tersebut akan kami keluarkan dari Gudang Bulog 201 di Desa Margorejo dan Gudang 204 di Desa Sokokulon,”ujarnya.

Dengan demikian lanjutnya, jika terdapat beras yang kualitasnya tidak maksimal sekali lagi agar dipahami bahwa BSB yang disalurkan tersebut bukanlah beras dengan kualitas premium seperti beras yang disalurkan dalam Bantuan Sosial Nontunai (BSNT), tapi beras dari Kementrian Sosial melalui Bulog Cabang Pati.

Karena itu, hal-hal yang berkait dengan masalah kualitas, bisa saja kondisi beras sebanyak itu yang tersimpan dalam gudang ada yang kualitasnya mengalami penurunan. Hanya saja pihaknya sudah pasti tak bisa mengecek satu per satu beras dari kemasan dalam karung yang tersimpan dalam gudang, sehingga jika sampai ditemui penerima kualitasnya kurang baik, sudah barang tentu tak bisa dihindari.

Jika sampai hal itu terjadi, di satu desa tersebut ada berapa KPM PKH kemudian menyampaikan hal itu ke Bulog Cabang Pati. ”Berkait hal tersebut kami akan kooperatif terhadap apa yang pernah disampaikan oleh Pak Bupati, yaitu mengganti beras yang memang diterima dalam kondisi kualitasnya tidak maksimal,”imbuh Yonas Haryadi.