Siang Hingga Sore Ini Dua Lagi Meninggal di Pati Dimakamkan Protokol Covid-19

0
6300
Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19, di Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati, Senin (7/9) siang hari tadi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Senin (7/9) hari ini sejak siang hingga sore, dua lagi warga yang meninggal harus dimakamkan dengan standar Covid-19. Adapun yang dimakamkan lebih dahulu, adalah satu perempuan jenazah, warga Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati yang meninggal siang tadi di Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu, Kudus.

Sedangkanan satu jenazah lainnya meninggal sore hari ini, adalah warga Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati. Akan tetapi, jenis kelamin yang meninggal belum diketahui oleh pihak Tim Pemakaman Jenazah Standar Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pati yang sampai saat ini masih dalam perjalanan dari Wegil dengan menempuh jarak lebih dari 32 kilometer.

Karena itu, kata Ketua Tim yang bersangkutan, Khayun Fulanun SH, semoga sebelum shalat maghrib pihaknya harus sudah tiba lagi di markas BPBD, untuk membersihkan diri, kemudian melaksanakan shalat. ”Selebihnya mempersiapkan tim, atau juga harus mengganti personel terhadap mereka yang benar-benar kelelahan, sehingga kami harus mengecek kesiapan fisik anggota,”ujaranya.

Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19, di Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati, Senin (7/9) siang hari tadi.

Mengingat hal tersebut, lanjutnya, maka pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan atasan dan pihak terkait, bahwa pemakaman jenazah standar Covid-19 dari Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo itu, akan dilaksanakan sehabis shalat isya’ sekaligus memberikan tenggang waktu untuk istirahat sejenak bagi anggota tim.

Dengan demikian, sambil menunggu kesiapan waktu tim menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, maka jenazah tersebut untuk sementara biar tetap berada di Rumah Sakit (RS) tempatnya dirawat sebelum meninggal. Yakni, di RS Keluarga Sehat (KSH) Pati yang jaraknya menuju ke Desa Bumirejo juga tidak terlalu lajuh.

Melihat kondisi warga meninggal yang harus dimakamkan dengan standar Covid-19 ini, pihaknya tentu hanya bisa berdoa, agar semua ini segera berakhir sehingga tugas kemanusiaan tim ini juga berakhir. ”Akan tetapi, jika melihat kondisinya seperti ini terus menerus maka kami juga tidak mengetahui, kapan semuanya ini berakhir dan kembali ke situasi normal lagi,”ungkap Khayun Fulanun, lirih.