Proyek Sistem Perpipaan Air Minum Berbentur dengan Pipa PDAM

0
26
Pembuatan lubang galian untuk proyek Sistem Perpiaan Air Minum di pinggir jalan raya Juwana-Wedarijaksa.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pelaksanaan pekerjaan Sistem Perpipaan Air Minum di pinggir jalan raya Wedarijaksa-Juwana, tepatnya mulai dari Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa hingga Juwana, saat melakukan penggalian lubang pipa harus sering berbentur dengan dengan pipa lama. Pipa yang disebut terakhir, jauh sebelumnya dipasang oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga pelaksanaan pekerjaan tersebut harus sering berhenti.

Selain itu, ungkap  salah seorang pelaksana lapangan rekanan pemenang tender proyek itu, Eddy, operator alat berat dalam bekerja pun harus ekstra hati-hati agar alat berat yang dioperasikan jenis ekskavator jangan sampai sering membentur pipa lama. Jika hal itu terus-terusan terjadi, maka pekerjaan harus berhenti untuk terlebih dahulu memperbaiki pipa yang bocor.

Karena itu, pihaknya pun minta petugas dari PDAM untuk memandu berapa kedalaman pipa dari perusahaan itu yang ditanam pada kedalaman tanah. ”Sebab, untuk melaksanakan pekerjaan perpipaan yang baru ini, kami harus menggali tanah di pinggir jalan raya itu dengan kedalaman mencapai 150 cm,”ujarnya.

Pelaksanaan pekerjaan penggalian untuk lubang pipa dan setelah pipa tertanam langsung dilakukan urukan dan juga pemadatan.

Sebab, lanjutnya, besaran pipa baru yang harus dipasang mencapai 20 cm sehingga jika pipa PDAM atau pipa lama berada di atasnya, maka sebelum galian yang dilakukan untuk pipa baru tuntas, pasti sering membentur pipa lama. Masalahnya, jika operator ekskavator harus selalu mengira-ira letak kedalaman pipa lama belum tentu secara terus menerus bisa tepat.

Dengan demikian, tidak ada upaya paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adakah menempatkan personel dari PDAM, sehingga bila sewaktu-waktu ekskavator membentur pipa lama dan terjadi kebocoran, langsung bisa diatasi karena yang bersangkutan memang ahlinya. Karena itu, penempatan petugas harus selalu siap di tempat jika terjadi kebocoran, agar operator tidak menunggu terlalu lama.

Sedangkan solusi lainnya, sudah pasti harus menambah lagi alat berat jenis ekskavator agar bisa melakukan penggalian  dari dua arah atau saling berhadapan dengan jarak pada masing-masing titik tertentu. ”Hal tersebut mengingat, panjang pipa yang harus kami tanam ini mencapai 4.400 meter,  dan dalam menggali lubangnya ini tanah galiannya cukup banyak sehingga harus diurukkan lagi,”imbuhnya.