Pasar Bulumanis Mulai Besok Kembali Ditutup

0
471
Suasana Pasar Daerah Bulumanis Kecaatan Margoyoso, Pati, saat berlangsung Rapid Test beberapa waktu lalu.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pasar Daerah Bulumanis Kecamatan Margoyoso, Pati, mulai Sabtu (19/9) besok kembali ditutup untuk kali kedua. Penutupan kali pertama dilakukan, Minggu (6/9) s/d Selasa (8/9) lalu, menyusul banyaknya ketidakpatuhan para pedagang yang seharusnya menjalani Rapid Test, untuk kepentingan skrining awal tentang kondisi ketahanan tubuh mereka dalam menghadapi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sebab, saat dilaksanakan Rapid Test awal, Sabtu (5/9), dari jumlah pedagang di Pasar itu sebanyak 410 orang yang patuh menjalani Rapid Test hanya 120 orang, dan yang reaktif 22 orang. Dari jumlah pedagang yang reaktif  tersebut telah dilakukan swab test, ternyata 9 orang di antaranya dengan hasil positif, sehingga upaya melaksanakan Rapid Test terhadap para pedagang pasar itu kembali dilakukan.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang personel petugas dari Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Widyo yang sangat menyayangkan berkait dengan rendahnya tingkat kesedaran, agar antara pedagang satu dan lainnya jangan saling menularkan dan tertulari virus Covid-19. ”Gejala awal hanya bisa dilihat dari hasil skrining berupa Rapid Test tersebut,  tapi untuk melakukan itu sudah difasilitasi ternyata masih banyak juga pedagang yang tidak mengindahkan,”ujarnya.

Suasana Pasar Daerah Bulumanis Kecaatan Margoyoso, Pati, saat berlangsung Rapid Test beberapa waktu lalu.

Karena itu, lanjutnya, Rapid Test pun masih harus diselenggarakan lagi untuk para pedagang di pasar yang sama, tepatnya Kamis (10/9) tapi pedagang yang mengikuti hanya 19 orang, termasuk 4 lainnya yang melaksanakan Rapid Test mandiri. Dari hasil tersebut, lima pedagang dinyatakan reaktif, kemudian disusul hari berikutnya, Jumat (11/9) sebanyak 29 orang pedagang yang mengikuti, termasuk 9 orang yang menjalani Rapid Test mandiri, dan hasilnya 9 orang reaktif.

Rapid Test berikutnya dilanjutkan Sabtu (12/9) dengan diikuti 41 orang pedagang, termasuk 7 orang yang melaksanakan Rapid Test mandiri. Dari jumlah pedagang sebanyak itu 8 orang di antaranya reaktif, sehingga jumah pedagang yang belum bersedia melalukan Rapid Tes masih sebanyak 201 orang, sehingga tetap merupakan potensi penyebaran Covid-19 karena tidak diketahui siapa di antara mereka yang berpotensi melakukan penyebaran tersebut.

Berdasarkan kondsi demikian, maka tidak ada upaya lain yang terbaik kecuali harus menghentikan kegiatan berjualan para bakul kemudian lingkungan pasar dilakukan penyemprotan disinfektan. ”Sebab, mulai Sabtu (19/9) besok hingga Senin (21/9) pasar harus sudah ditutup, dan baru Selasa (22/9) dibuka kembali,”imbuh Widyo.