Desa Ngawen Disemprot Desinfektan

0
64
Saling bahu membahu dengan personel dari jajaran PMI Pati, Pemerintahan Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo beserta pengurus BPD, Babinsa Koramil dan Babinkabtimas Polsek Margorejo, Selasa (22/9) tadi pagi melakukan penyemprotan disinfektan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Menyikapi kondisi terakhir di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati, menyusul dimakamkannya seorang perempuan warga setempat dengan standar protokol Covid-19, Sabtu (19/9) malam lalu, Selasa (22/9) tadi pagi desa tersebut dilakukan penyemprotan disinfektan. Akan tetapi, warga tetap diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta untuk selalu mematahui protokol kesehatan.

Utamanya, papar Kepala Desa (Kades) setempat, Sunarto, jika melakukan kegiatan di luar rumah hendaknya selalu memakai masker. Sehingga jadikanlah kepelangkapan itu sebagai pelindung diri agar di antara warga tidak saling tertukar maupun menulari antara satu dan lainnya, maka upaya memutus penyebaran virus Corona (Covid-19 ) semua harus melakukan pencegahan yang sama, di antaranya adalah memakai pengaman masker.

Selebihnya juga jangan lupa untuk selalu mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak, jangan berkerumun, serta selalu mencuci tangan dengan sabun. ”Berkait dengan meninggalnya almarhumah yang sehari-hari adalah pedagang di Pasar Desa Ngawen, maka sudah semestinya kami melakukan langkah-langkah antisifatif,”tandasnya.

Kepala Desa (Kades) Ngawen, Kecamatan Margorejo, Sunarto saat memberikan arahan kepada petugas dari PMI Pati yang harus melakukan penyemprotan disinfektan di desanya.

Sebab, lanjutnya, sampai saat ini atau setelah tiga hari pasca pemakaman jenazahan dengan standar protokol Covid-19, sampai Selasa (22/9) kemarin, memang belum bisa dilakukan tracking terhadap orang-orang yang mempunyai kontak dekat dengan almarhumah. Karena itu, upaya penyemprotan disinfektan harus dilakukan secara maksimal, yaitu menyebar dan merata dengan harapan hal itu bisa mengurangi rasa kekhawatiran warga.

Karena itu, selain penyemprotan di masjid dan mushala juga tempat-tempat strategis lainnya termasuk balai desa dan pasar. Khusus yang disebut terakhir, meskipun statusnya hanya pasar desa tapi kondisinya sehari-hari baik pedagang yang berjualan maupun pengunjung cukup banyak, karena ada yang berasal dari desa tetangga sehingga tempat yang menjadi pusat transaksi antara pedagang dan pengunjung pasar juga dilakukan penyemprotan secara maksimal.

Selain upaya pencegahan penyebaran virus Corona dengan penyebaran disinfektan, hal yang lebih penting dan harus dilakukan oleh warga adalah masing-masing saling menjaga diri. ”Pakailah selalu masker, mematuhi protokol kesehatan, dan bila berada di pasar hendaknya masing-masing saling menjaga jarak, dan dalam melakukan transaksi jangan berjubel maupun berdesak-desakan,”imbuh Sunarto.