Rigid Beton Jalan Bajomulyo Masih Menjadi Obsesi

0
40
Kepala Seksie (Kasie) Jalan Bidang Binamarga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo.

SAMIN-NEWS.comĀ  PATI – Beratnya rasa tanggung jawab sebagai penyedia fasilitas umum utamanya akses ruas jalan, bagi Kepala Seksie (Kasie) Jalan Bidang Binarmarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, utuk bisa mewujudkan peningkatan ruas jalan Bajomulyo, Kecamatan Juwana, masih menjadi obsesi. Sebab, akses jalan tersebut akan menjadi penopang pusat kegiatan ekonomi di kawasan kolam tambat kapal, di sekitar Pulau Seprapat, di Desa Bendar, Kecaatan setempat.

Semula, ungkap yang bersangkutan, peningatan ruas jalan tersebut dengan konstruksi rigid beton tahun ini (2020) dipastikan bisa tuntas, meskipun harus menelan biaya tidak kurang dari Rp 8 miliar. Akan tetapi anggaran itu bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah, dan waktu itu sudah dipersiapkan untuk masuk ke tahapan proses tender.

Akan tetapi, lanjutnya hal itu harus direfocussing karena munculnya pandemi virus Corona (Covid-19) yang penanganannya membutuhkan anggaran tidak sedikit, dan harus diutamakan sehingga semuya rencana paket pekjerjaan untuk akses jalan harus dihitung ulang. ”Akhirnya, peningkatan ruas jalan nyang menggunakan pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Pati Tahun 2020 setelah dihitung kembali, akhirnya bisa dilanjutkan,”ujarnya.

Banyaknya paket peningkatan ruas jalan itu, lanjutnya, ada 19 paket ditambah satu paket pembuatan talut jalan sehingga totalnya menjadi 20 paket, dan 17 paket sudah selesai lelang sehingga saat ini sudah persiapan pelaksanaan di lapangan. Sedangkan tiga paket lainnya, terpaksa harus menyusul karena lelangnya harus diulang tapi kini sudah memasuki masa sanggah.

Terlepas dari hal teresbut, tambahnya, uaya untuk bisa menjadwalkan peningkatan ruas jalan dari Bajomulyo menuju kolam tambat kapal, tetap akan diupayakan agar bisa dijadwalkan lagi sehingga bisa kembali ditenderkan. Hanya pihaknya masih timbul tanda tanya, jika akhirnya disetujui untuk ditenderkan, apakah hari kalender pelaksanaan pekerjaannya masih ada waktu.

Sebab, saat ini sudah memasuki pekan kedua Agustus dan semisal tender membutuhkan watu satu atau satu setengah bulan sampai kontrak pelaksanaan, maka hal itu sudah jatuh pada bulan Oktober sehingga tidak mungkin untuk pelaksanaannya hanya tiga bulan. ”Apalagi saat pelaksanaan pekerjaan akses jalan harus diberlakukan sistem buka tutup, hal itu sudah barang tentu menyita banyak waktu, dan rasanya hari kalender pelaksanaan kok tidak cukup,”imbuhnya.