Program BRAIN Brimob Pati Ringankan Beban Orang Tua dan Anak

0
110
Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor Brimob Pati, AKP Taufik Gunoedi SH (kiri) bersama perwakilan orang tua murid dan perwakilan peserta program Brimob Ramah Anak Indonesia (BRAIN)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Problema bagi orang tua dan murid di tengah situasi pandemi virus Corona (Covid-19) selama ini, adalah diberlakukannya sistem belajar jarak jauh (daring), karena bertambahnya beban biaya untuk membeli paket kuota internet. Karena itu Kompi Brimob mempunyai program unggulan, yaitu Brimob Ramah Anak Indonesia (BRAIN), yaitu cara mengatasi pendidikan anak-anak dengan menyediakan ruangan serta akses internet melalui WiFi.

Mulai Selasa (25/8) hari ini, Kompi 4 Batalyon A Pelopor Brimob Pati, melaksanakan program tersebut dengan menyediakan sebuah aula Adhi Brata, sehingga anak-anak di lingkungan Kompi Brimob tersebut bisa ikut ambil bagian, dan juga anak-anak di lingkungan internal kompi ini. Paling tidak dengan menyediakan fasilitas WiFi tersebut, peserta program ini benar-benar terjamin kelangsungan kegiatan belajarnya.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang siswi SD Ngarus, Kecamatan Kota Pati, Febrika yang berlokasi di lingkungan Kompi Brimob Pati. ”Mulai hari ini, kami benar-benar tidak kesulitan dalam melaksanakan tugas sekolah yang diberikan oleh guru sesuai jadwal mata pelajaran yang bisa kami lakukan di aula ini,”ujarnya.

Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor Brimob Pati, AKP Taufik Gunoedi SH saat menyapa anak-anak peserta program BRAIN yang mulai berlangsung Selasa (25/8) hari ini.

Dalam kesempatan sama, salah satu orang tua murid dari SD Sifdokerto, Ny Ida Meyka juga menyambut gembira dilaksanakannya program Brimob Ramah Anak Indonesia (BRAIN) karena sudah lama anak dalam belajar selalu dilaksanakan dengan jarak jauh (daring). Akan tetapi, meskipun hari ini sistem belajar tidak jauh berbeda sesuai aplikasi masing-masing, tetap ada suasana lain.

Sedangkan suasana dimaksud, lanjutnya adalah anak-anak bisa belajar dalam suatu ruangan  dengan aplikasi berbeda-beda, tapi hal itu mereka merasa seperti kembali belajar di ruang kelas. Kendati penerapan protokol kesehatan juga diberlakukan dengan ketat, tapi satu kelompok yang belajar dalam aula tersebut hanya sebanyak 20 anak untuk kelompok pertama.

Lebih menyenangkan lagi, para orang tua yang putra-putrinya mengikuti program ini juga tidak perlu repot-repot harus membeli kuota paketan dalam melaksankan tugas yang diberikan oleh guru sekolahnya. ”Sebab, Kompi Brimob Pati menydiakan fasilitas WiFi yang memang sangat membantu meringankan orang tua murid demi kelangsungan belajar putra-putri kami,”imbuhnya.