Petani di Jaringan Irigasi Waduk Gembong Harus Stop Tanaman Padi

0
94
Kondisi air yang tersedia di Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, akhir bulan Juli lalu.

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Koordinator Kelompok Petani Pengelola Air (P3A) yang bersumber dari Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, Karsono mengimbau kepada para petani di sepanjang jaringan irigasi waduk tersebut. Yakni, pada musim tanam (MT) III ini setop dulu untuk tidak menanam padi, atau menunggu sampai selesai dihitungnya kondisi air waduk tersebut yang masih tersedia.

Hal tersebut diungkapkan yang bersangkutan, Sabtu (8/8) tadi pagi menjawab pertanyaan berkait masih banyak petani di jaringan irigasi Waduk Gembong yang saat ini menanam padi, baik di  wilayah Kecamatan Kota Pati, Margorejo, dan sebagian Kecamatan Wedarijaksa. Pihaknya, lanjut dia, juga masih akan melaksanakan rapat koordinasi dengan jajara unit pelaksana teknis (UPT) untuk menyampaikan imbauan tersebut.

Sebab, pihaknya tdak mengingingkan saat ini petani bisa menanam padi karena air waduk masih bisa digelontorkan, tapi kondisi ini akan berubah pada puncak  kemarau antara September atau bahkan Oktiber mendatang ketersediaan air waduk pasti jauh berkurang. ”Kendati saat ini musim kemaraunya pendek, tapi pada saat tanaman padi mengalami proses pembuahan sekitar bulan depan, maka kondisi air waduh sudah jauh berkurang,” tandasnya.

Memang benar, lanjutnya, kapasitas atayu volume Waduk Gembong, adalah sebanyak 9,5 juta meter kubik pada kondisi normal, tapi hal itu belum dihitung berapa besar terjadionya sedomentasi di dasar waduk tersebut karena sejak dulu hingga sekarang belum pernah dinormalisasi. Karena itu,  volume sisa riil air waduk tersebut harus dihitung dulu sehingga nanti bisa dijadwalkan alokasi pembagiannya.

Dengan kata lain, jangan sampai petani sudah membuang biaya produksi untuk mengolah lahan dan menanam tapi pada saat  padi memasuki masa pembuahan harus mengalami puso karena kekurangan air. Berdasarkan pertimbangan itu, maka pihaknya tetap mengingatkan para peta ni yang saat ini kembali turun ke sawah untuk menanam padi.

Lain halnya, jika masing-masing petak area persawahan itu didukung persediaan pompa air untuk mengambil air dari sumur yang sejarang banyak dibuat di areal persawahan. ”Akan tetapi hal itu juga harus benar-benar dihitung kemampuan sumur tersebut dalam menyediakan air untuk tanaman padi di musim kemarau,” ujarnya.